Ini Proyek MCU Paling Sadis Tapi Dikritik Abis

Asep Syaifullah
|
detikPop
The Punisher: One Last Kill (2026).
Foto: Dok. Disney
Jakarta - Penantian panjang penggemar untuk melihat kembali Jon Bernthal sebagai Frank Castle akhirnya tuntas.

Bertepatan dengan perilisannya di Disney+ kemarin (12 Mei), reaksi pertama para kritikus terhadap spesial Marvel Studios, The Punisher: One Last Kill, mulai bermunculan di media sosial.

Hasilnya? Film ini disebut sebagai konten paling brutal yang pernah diproduksi Marvel Cinematic Universe (MCU), meski secara kualitas cerita masih memicu perdebatan.

One Last Kill diposisikan sebagai kelanjutan langsung dari kisah Frank Castle setelah kemunculannya di serial Daredevil: Born Again Season 1.

Lebih jauh lagi, proyek ini bertugas menyiapkan panggung bagi pertemuan besar sang vigilante dengan Peter Parker (Tom Holland) dalam film Spider-Man: Brand New Day mendatang.

Satu hal yang disepakati hampir semua kritikus adalah kualitas akting Jon Bernthal. Kritikus film Tom Chatalbash memuji Bernthal yang berhasil membawa fisik, hati, dan wibawa yang luar biasa ke dalam karakter ini.

The Punisher: One Last Kill (2026).The Punisher: One Last Kill (2026). Foto: Dok. Disney

Menurutnya, akting Bernthal begitu menyatu hingga sulit membedakan di mana sang aktor berakhir dan di mana karakter Frank Castle dimulai. Performa ini disebut sebagai kembalinya sang anti-hero yang sadis dan berlumuran darah.

Sesuai dengan rating TV-MA (Dewasa) yang disandangnya, One Last Kill secara resmi dinobatkan sebagai proyek MCU paling keras dan penuh kekerasan hingga saat ini.

Pendekatan thriller psikologis yang kelam dan kasar berhasil memberikan nuansa yang berbeda dari proyek Marvel pada umumnya.

Meski aksi dan aktingnya dipuji, reaksi keseluruhan ternyata cukup beragam. Beberapa kritikus merasa kecewa dengan struktur ceritanya.

Beberapa penonton merasa film ini terlalu banyak mengulang elemen cerita yang sudah pernah dibahas di serial The Punisher versi Netflix.

Kritikus dari RorMachine menyebut film ini kekurangan 'daging'. Ia berpendapat bahwa proyek ini seharusnya memiliki durasi yang lebih panjang dan naskah yang lebih kuat agar tidak terasa hambar di sisi narasi.

The Punisher: One Last Kill tampaknya berhasil memuaskan dahaga penggemar akan aksi brutal khas Frank Castle, namun gagal memberikan sesuatu yang benar-benar baru dari segi cerita.

Bagi Anda yang merindukan aksi tanpa ampun Jon Bernthal, proyek ini tetap menjadi tontonan wajib di Disney+ minggu ini.


(ass/aay)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO