Bareng Sal Priadi, Wijaya 80 Kasih Lagu Cinta yang Ironis Bertema Lebaran Nih

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Konser The Storytelling Night yang dibawakan oleh musisi Sal Priadi berlangsung di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta, pada Sabtu (17/1/2026).
Foto: Muhammad Reevanza/detikFoto
Jakarta - Setelah 1 bulan puasa, saatnya umat muslim merayakan Lebaran nih. Tapi Lebaran gak lengkap kalau kamu belum punya anthem yang cocok buat jadi backsound perayaan kamu.

Nih, Wijaya 80 dan Sal Priadi baru aja merilis kolaborasi mereka berjudul Bulan Bintang, Garis Menyilang. Sebuah lagu tentang cinta kasih, yang diambil dari kisah lintas keyakinan dan keberanian untuk tetap bertahan. Hm, kisah cinta beda agama nih guys.

Lagu yang diciptakan bersama-sama oleh Wijaya 80 dan Sal Priadi ini dibuka dengan alunan musik sarat nilai keilahian dan lirik yang kontras menghujam.

Premisnya sendiri diambil dari kisah yang tengah dialami salah satu personel Wijaya 80. Menurut Erikson Jayanto, yang juga berperan sebagai produser, di antara sejumlah lagu yang diciptakan bersama-sama, ini adalah yang paling mengena di hati, terutama bagi Sal.

"Sal sangat tersentuh sama lagu ini. Dia sangat ngejar lagu ini untuk dijadikan project kolaborasi kita," ujar Erikson dalam keterangan pers, Kamis (19/3/2026).

"Entah kenapa, untuk lagu satu ini, Sal tidak mau melewatkannya dan kami sepakat."

Yup, lagu Bulan Bintang, Garis Menyilang tidak sebatas menampilkan sisi tragis cinta dengan latar berbeda. Menurut Ardhito, yang pernah menjalani situasi serupa, lagu ini menjadi penting karena temanya merupakan sesuatu yang tidak selesai dibahas dan harus bisa dipahami lebih baik.

"Dari masa ke masa, kayaknya kita dari dulu selalu bertemu dengan persoalan ini," ungkap Ardhito.

"Lucunya, kita semua nggak bisa ngapa-ngapain selain menerima."

Oleh sebab itu, karya kolaborasi yang mempertemukan nuansa musikal Wijaya 80, yang kental dengan alunan pop klasik Indonesia, dengan lirik-lirik puitik kontemporer Sal mencoba memberikan pembacaan lebih lanjut.

Hezky Joe, yang tengah mengalami langsung latar cerita lagu ini, menyebut bahwa karya pertama Wijaya 80 dan Sal ini juga bisa jadi wahana untuk mempertanyakan batas perbedaan.

Perilisan Bulan Bintang, Garis Menyilang pada momen Lebaran juga bukan tanpa alasan.

Menurut Hezky, lagu ini bisa jadi teman bagi pendengar yang hendak merayakan cinta-kasih.

"Kayaknya akan banyak yang relate, di kala ada orang yang saling mencinta, tapi harus merayakan kasih Tuhan di dua hari raya yang berbeda," jelasnya.

Sal menambahkan, lagu yang semula disiapkan untuk menyambut momen Natal ini terasa lebih bijak untuk dilepas secepatnya. Khususnya menjelang Idul Fitri.




(pig/ass)

TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO