Selain mencetak sejarah lewat lagu Wildflower, Billie Eilish mencuri perhatian dunia lewat pidato kemenangannya di Grammy 2026.
Eilish menggunakan momen tersebut untuk menyuarakan penentangannya terhadap razia Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang tengah memicu kekerasan di berbagai penjuru Amerika Serikat.
Di hadapan jutaan penonton, Billie tidak hanya bicara soal musik, tetapi juga soal keadilan bagi para imigran.
Baca juga: Daftar Lengkap Pemenang Grammy 2026 |
"Tidak ada masyarakat yang ilegal di atas tanah yang dicuri," tegasnya.
"Sangat sulit untuk mengetahui apa yang harus dikatakan dan dilakukan saat ini. Saya merasa sangat penuh harapan di ruangan ini, dan merasa kita hanya perlu terus berjuang, bersuara, dan melakukan protes. Suara kita sangatlah berarti."
Langkah Billie ini dinilai sangat berani mengingat ia baru saja menerima salah satu penghargaan tertinggi di industri musik.
Kalimatnya, "No one is illegal on stolen land," merujuk pada pandangan tanah Amerika aslinya milik penduduk pribumi, sehingga tindakan keras terhadap imigran dianggapnya tidak adil.
Eilish mendesak rekan sesama musisi dan para penggemarnya untuk tidak tinggal diam dan terus menggunakan hak suara mereka untuk melakukan aksi protes terhadap kebijakan yang dianggap melanggar hak asasi manusia.
Pesan ini memberikan dimensi baru pada kemenangan lagu Wildflower. Jika lagu tersebut bercerita tentang kerapuhan emosional secara personal, pidatonya menunjukkan kekuatan vokal Billie dalam isu sosial.
Di tengah suasana glamor Grammy, Billie mengingatkan dunia bahwa ada krisis kemanusiaan yang sedang terjadi di luar gedung Crypto.com Arena.
Padahal momen kemenangan ini merupakan momen bersejarah bagi Billie. Ia kini menjadi artis pertama dalam sejarah Grammy yang berhasil memenangkan kategori Song of the Year sebanyak tiga kali, setelah sebelumnya menang lewat Bad Guy (2020) dan What Was I Made For? (2024).
Lagu Wildflower sendiri dipuji oleh para kritikus karena liriknya yang mendalam tentang kerumitan hubungan asmara. Kritikus musik LA Times, Mikael Wood, menyebut lagu ini sebagai karya yang sangat jujur, di mana Billie menggambarkan perasaan dalam sebuah cinta segitiga dengan sangat kuat.
Simak Video "Video Billie Eilish di Grammy: Tak Ada yang Ilegal di Tanah Curian"
(ass/dar)