Patahkan Asumsi, Melania Ternyata Laku
Di luar ekspektasi para pengamat film, dilansir dari Variety (2/2) dokumenter ini berhasil mengamankan posisi ketiga di tangga box office Amerika Utara pada pekan perdananya dengan pendapatan mencapai $7 juta atau setara Rp110,6 miliar.
Angka ini menjadi pencapaian luar biasa bagi sebuah film dokumenter non-konser, sekaligus membuktikan daya tarik politik personal masih menjadi magnet kuat bagi penonton di bioskop.
Awalnya, para analis industri memprediksi film ini hanya akan meraup angka di kisaran $3 juta hingga $5 juta. Namun, dengan pendapatan Rp110,6 miliar dari 2.300 layar bioskop, "Melania" resmi mencatatkan diri sebagai pembukaan dokumenter (non-konser) terbesar dalam 14 tahun terakhir.
Keberhasilan ini didorong oleh antusiasme yang sangat spesifik. Berdasarkan data demografi, sekitar 72% penonton adalah wanita dan 72% berusia di atas 55 tahun. Penjualan tiket tertinggi terkonsentrasi di wilayah "Sun Belt" seperti Florida dan Texas, yang merupakan basis pendukung kuat keluarga Trump.
Meskipun angka pembukaannya impresif untuk sebuah dokumenter, film ini memikul beban finansial yang sangat berat. Amazon MGM Studios mengambil risiko besar dengan membeli hak siar film ini seharga $40 juta (Rp632 miliar).
Tidak berhenti di situ, mereka juga menggelontorkan dana pemasaran sebesar $35 juta (Rp553 miliar).
Dengan total investasi yang mencapai $75 juta atau sekitar Rp1,18 triliun, "Melania" dinobatkan sebagai film dokumenter termahal dalam sejarah.
Para pakar box office menilai bahwa meskipun film ini sukses menarik massa, jalan menuju titik impas (break-even) masih sangat panjang. Film ini setidaknya harus mampu mempertahankan performa stabil di bioskop sebelum akhirnya dilempar ke platform streaming Prime Video untuk mengejar keuntungan.
Secara kualitas, terjadi jurang pemisah antara pendapat kritikus dan penonton. Para kritikus film cenderung memberikan ulasan negatif, namun para penonton memberikan nilai "A" melalui CinemaScore.
Hal ini menunjukkan bahwa film yang disutradarai oleh Brett Ratner ini berhasil memenuhi ekspektasi audiens targetnya.
Film ini merangkum peristiwa penting selama 20 hari menjelang pelantikan kedua Donald Trump pada Januari 2025, memberikan akses yang belum pernah terlihat sebelumnya ke balik layar kehidupan sang Ibu Negara.
Meski mencetak rekor, "Melania" harus puas berada di bawah dua film fiksi besar lainnya:
* "Send Help": Film thriller arahan Sam Raimi yang memimpin dengan $20 juta (Rp316 miliar).
* "Iron Lung": Film horor independen yang sukses besar dengan $17,9 juta (Rp282,8 miliar).
Dengan momentum pelantikan yang masih hangat, pihak studio berharap "Melania" dapat terus bertahan di bioskop setidaknya hingga akhir bulan ini untuk meminimalisir potensi kerugian dari modal jumbo yang telah dikeluarkan.
(ass/tia)











































