×
Ad

There Is A Light That Never Goes Out, Romantis tapi Liriknya Menyeramkan

Pingkan Anggraini - detikPop
Kamis, 22 Jan 2026 15:30 WIB
Foto: dok Kiosplay
Jakarta -

"And if a double-decker bus crashes into us,

To die by your side is such a heavenly way to die."

Gimana? Kamu pasti gak asing dengan lirik di atas. Yup, lirik itu adalah penggalan bagian reff There Is A Light That Never Goes Out dari The Smiths.

There Is A Light That Never Goes Out adalah salah satu lagu paling ikonik dari band yang digawangi Morrissey dan kawan-kawan itu. Dan lirik reff itu juga masih terus eksis di mana-mana.

Gak cuma itu, bagian reff ini juga pernah menjadi tonggak awal kisah cinta Tom Hansen dengan Summer di film 500 Days Of Summer. Kamu ingatkan scene mereka di dalam lift dengan backsound There Is A Light That Never Goes Out?

Yup, karena scene itu juga lagu ini kemudian menjadi semakin viral dan banyak digunakan pasangan di dunia untuk mengungkapkan rasa cintanya.

Secara lirik, There Is A Light That Never Goes Out memang romantis banget, karena secara tidak langsung adalah pengakuan untuk rela mati bersama dengan kekasih atau pasangannya.

Tapi kamu harus tahu, lirik-lirik itu justru punya kesan yang sangat tragis dan mengerikan.

Pada reff, kamu bisa mengartikannya seperti, "Dan jika suatu hari ada bus double decker (besar) menabrak kita, mati di sisi mu adalah hal paling indah untuk mengakhiri hidup."

Gimana? lumayan seram dan mengerikan kan?

Ungkapan ini memang terdengar gak sehat jika dipikirkan secara logis. Tapi secara emosional, perasaan seperti ini sangat manusiawi.

Banyak orang pernah berada di titik di mana kebersamaan terasa jauh lebih penting daripada segalanya. Bahkan lebih penting daripada rasa aman itu sendiri.

So, kalau menurut kamu gimana nih?



Simak Video "Video: Bikin Kangen! Nostalgia Lagu-lagu FTV bareng Gen Z"

(pig/dar)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork