Beyonce Makin Kaya hingga Masuk Daftar Miliarder karena Ini
Lonjakan fantastis ini gak lepas dari kesuksesan album country-nya, Cowboy Carter, yang awalnya sempat bikin banyak orang terkejut. Tapi alih-alih jadi langkah berisiko, keputusan Beyoncé justru berubah jadi jackpot besar, baik secara musikal maupun bisnis.
Menurut laporan Forbes, Cowboy Carter World Tour yang digelar sepanjang 2025 berhasil menjadi salah satu tur dengan pendapatan tertinggi tahun ini. Dari penjualan tiket saja, Beyoncé mengantongi lebih dari USD 400 juta atau Rp 6,71 triliun, ditambah sekitar USD 50 juta atau Rp 838,45 miliar dari penjualan merchandise resmi tur.
Salah satu kunci utama di balik cuan gede Beyoncé adalah langkah cerdasnya sejak 2010, ketika ia mendirikan perusahaan manajemennya sendiri, Parkwood Entertainment. Lewat perusahaan ini, Beyoncé mengendalikan penuh produksi musik, film dokumenter, hingga konsernya, yang otomatis membuat margin keuntungannya jauh lebih besar dibanding artis yang masih bergantung pada label besar.
Pundi-pundi kekayaan Beyoncé juga terus bertambah lewat kerja sama kelas atas. Ia dikabarkan menerima sekitar USD 50 juta atau Rp 838,45 miliar untuk tampil di halftime show pertandingan NFL yang disiarkan Netflix saat Hari Natal. Belum lagi kolaborasinya dengan Levi's yang disebut-sebut bernilai sekitar USD 10 juta atau Rp 167,69 miliar.
Kesuksesan ini terasa makin solid karena bukan datang secara instan. Setahun sebelumnya, Renaissance World Tour dan film konsernya juga sudah lebih dulu mencetak pendapatan gila-gilaan, mengukuhkan Beyoncé sebagai salah satu entertainer paling berpengaruh di dunia.
Dengan capaian ini, Beyoncé menjadi musisi kelima yang berhasil menembus status miliarder. Ia kini sejajar dengan nama-nama elite seperti Jay-Z, Taylor Swift, Bruce Springsteen, dan Rihanna.
Kini Queen Bey bukan cuma ratu di panggung, tapi juga di dunia bisnis musik.
(dar/pus)











































