Round Up Sepekan

Suara Sumbang di Balik Keramaian Film Michael, Perubahan Aturan Oscar

prih febriani
|
detikPop
Jaafar Jackson
Cuplikan poster film Michael. Foto: Dok.IMDB
Jakarta -

Film biopik Michael Jackson, berjudul Michael, sangat ditunggu. Ramai pembicaraan mulai dari biaya produksi yang fantastis hingga muncul sindiran pedas.

Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) baru saja meruntuhkan tradisi puluhan tahun dengan mengubah mekanisme pemungutan suara untuk kategori akting.

Berikut lima berita terpopuler selama sepekan:

1. Suara Sumbang di Balik Keramaian Film Michael

Film biopik Michael Jackson, berjudul Michael, sangat ditunggu. Ramai pembicaraan mulai dari biaya produksi yang fantastis hingga muncul sindiran pedas.

Sutradara Antoine Fuqua dan produser Graham King dalam pemberitaan THR, mengeluarkan biaya tambahan dalam jumlah fantastis demi menyelesaikan proses syuting ulang yang kontroversial.

Tim produksi harus melakukan syuting ulang selama 22 hari dengan biaya tambahan mencapai USD 15 juta (sekitar Rp 238 miliar) untuk merombak total narasi film terkait tuduhan pelecehan seksual anak yang sempat menjerat sang megabintang.

Sutradara Antoine Fuqua dan produser Graham King berniat menyertakan babak kelam dalam hidup Jackson, termasuk kasus Jordan Chandler pada 1993. Namun, rencana ini terhenti ketika pengacara dari pihak estate (ahli waris) Jackson menyadari adanya batasan hukum.

2. Eks Idol Spill Ada Sugar Daddy di Kalangan Artis K-Pop

Beberapa tahun lalu media Korea Selatan sempat heboh memberitakan 'sponsor', sosok di balik layar yang selalu memberikan dukungan finansial bawah tangan ke grup atau member idola K-Pop tertentu. Isu itu makin ditegaskan oleh seorang mantan idol bernama Jang Hyo Gyeong.

Lewat sebuah video YouTube-nya berjudul 'As an Ex-Kpop Idol, Let's Talk About 'Sugar Daddies' (sebagai seorang eks idol, ayo bahas sugar daddies') dia menjelaskan hal ini. Menurut pengalamannya saat masih aktif jadi idol, dia pernah menyaksikan hal-hal yang di luar nurul.

"Aku gak ngomong soal agensi besar ya, mereka kan punya banyak uang buat investasi ke grup idolnya," tegas eks member grup Ariaz itu.

Sugar daddy dalam skena K-Pop dijelaskan olehnya terjadi di manajemen hiburan kecil. Perusahaan yang memang butuh banyak uang untuk memproduksi dan menjalankan bisnisnya, termasuk mendebutkan grup.

3. Ariel NOAH Jadi Magnet Film Dilan ITB 1997, Fans Malaysia Rela Terbang ke Jakarta

Antusiasme luar biasa menyelimuti rangkaian promosi film terbaru Dilan ITB 1997. Para penggemar memadati area bioskop hingga titik lokasi pertemuan demi melihat langsung para pemeran utama, yakni Ariel NOAH, Raline Shah, dan Niken Anjani.

Kehadiran Ariel NOAH sebagai pemeran Dilan versi dewasa menjadi magnet utama dalam acara tersebut. Kerumunan massa tersebut rupanya diramaikan oleh para penggemar militan yang datang dari luar daerah hingga luar negeri.

"Ada dari Priangan, dari Bekasi, bahkan ada Sahabat NOAH yang jauh-jauh datang dari Malaysia khusus buat nonton Dilan dan datang ke sini. Seru sih, mereka memang kompak," kata Raline Shah saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/04/2026).

Pihak keamanan sempat bekerja ekstra keras untuk menjaga jalur tetap kondusif karena teriakan histeris penggemar yang memanggil nama para pemain. Ariel NOAH yang melihat langsung fenomena tersebut merasa senang karena penonton film ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pembaca setia novel hingga loyalis grup musiknya.

Berita lain di halaman berikutnya.

4. Michael Jackson dan Kisahnya Hampir Ubah Marvel

Sejarah budaya populer hampir saja berubah secara radikal pada era 1990-an. Di balik gemerlap panggung musik, Sang Raja Pop, Michael Jackson, ternyata memiliki rencana besar untuk menguasai industri komik dunia.

Bukan sekadar investasi bisnis, motivasi utama Jackson adalah sebuah ambisi pribadi yang sangat spesifik. Dia ingin menjadi Peter Parker di layar lebar.

Namun, di balik rencana megah ini, terdapat latar belakang yang kelam bagi Marvel maupun Michael Jackson sendiri.

Tahun 1990-an adalah masa yang sulit bagi Marvel Comics dan Michael Jackson. Marvel Entertainment Group saat itu berada di ambang kehancuran akibat keputusan bisnis yang buruk dan persaingan ketat, hingga akhirnya dinyatakan bangkrut pada pertengahan dekade tersebut.

5. Perubahan Aturan Oscar: Pemakaian AI-Nominasi Aktor

Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) baru saja meruntuhkan tradisi puluhan tahun dengan mengubah mekanisme pemungutan suara untuk kategori akting.

Perubahan ini tidak hanya memberikan kesempatan lebih besar bagi aktor berprestasi, tetapi juga menjadi benteng hukum pertama yang secara spesifik mengatur penggunaan citra aktor di era kecerdasan buatan.

Perubahan paling mencolok adalah izin bagi seorang aktor untuk menerima dua nominasi dalam kategori yang sama pada tahun yang sama.

Sebelumnya, jika seorang aktor mendapatkan suara yang cukup untuk dua peran berbeda dalam satu kategori (misalnya, dua peran Lead Actor), hanya peran dengan suara tertinggi yang berhak masuk nominasi, sementara peran lainnya otomatis digugurkan.

Langkah ini dirancang untuk menetralisir praktik "category fraud"-sebuah taktik di mana tim kampanye studio secara strategis mendorong penampilan utama seorang aktor ke kategori pendukung demi menghindari persaingan antar-peran sendiri atau untuk mencari jalan keluar yang dianggap lebih mudah menang.

Halaman 2 dari 2
(wes/tia)


Simak Video "Video: Penampilan Terbaru Anak Bungsu Michael Jackson, Makin Mirip Sang Ayah! "
[Gambas:Video 20detik]


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO