Usai Merger, Skydance Tawarkan Pensiun Dini Demi Hemat Miliaran Dollar

Asep Syaifullah
|
detikPop
FILE PHOTO: Paramount Global and Skydance logos are seen in this illustration taken December 17, 2024. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Jakarta - Raksasa media baru hasil penggabungan usaha, Skydance Corp., resmi mengambil langkah-langkah restrukturisasi strategis demi menekan biaya operasional.

Berdasarkan memo internal yang dirilis pada Senin (27/10) via Reuters, perusahaan mengumumkan penawaran program pensiun dini atau pembelian masa kerja secara sukarela (Voluntary Buyout / VBO) bagi sebagian karyawannya, serta memberlakukan kembali kebijakan wajib bekerja di kantor lima hari penuh sepekan.

Kebijakan ketat ini diumumkan menyusul tuntasnya akuisisi mega-merger senilai sekitar $111 miliar atas rival media besar, Warner Bros. Discovery (WBD), pada awal Oktober lalu.

Transaksi masif tersebut melahirkan entitas studio raksasa dengan populasi tenaga kerja mencapai sekitar 53.000 orang, namun di sisi lain juga membebani perusahaan dengan tumpukan utang yang sangat besar mencapai lebih dari $80 miliar.

Dalam memo yang ditandatangani oleh CEO David Ellison dan Co-CEO Ynon Kreiz, manajemen menetapkan target penghematan biaya yang ambisius sebesar lebih dari $6 miliar yang direncanakan terealisasi dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, dengan target pemangkasan awal sebesar $2 miliar pada tahun pertama.

Program Voluntary Buyout ini diberikan sebagai opsi sukarela bagi karyawan yang memenuhi kualifikasi agar dapat keluar secara baik-baik dengan dukungan finansial serta karier.

Para pegawai yang masuk dalam kategori ini akan menerima komunikasi personal yang memuat detail persyaratan dan batas waktu tertentu untuk mengambil keputusan dengan tenggat waktu yang dikabarkan jatuh pada awal November.

Langkah ini juga diantisipasi oleh para analis sebagai upaya antisipasi sebelum perusahaan memberlakukan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) paksa demi merampingkan struktur organisasi yang tumpang tindih antara tim Paramount dan Warner Bros.

Meskipun begitu, David Ellison sebelumnya sempat menyatakan bahwa sebagian besar penghematan biaya ke depan diharapkan bersumber dari efisiensi teknologi, pengadaan logistik (procurement), serta aset real estat, alih-alih murni bertumpu pada pemangkasan tenaga kerja secara masif.

Selain menawarkan paket pesangon sukarela, memo internal tersebut juga mengonfirmasi perubahan budaya kerja korporat.

Manajemen memutuskan untuk mengubah kebijakan kerja jarak jauh atau hibrid menjadi kewajiban hadir di kantor secara penuh selama lima hari dalam seminggu bagi seluruh staf.

Langkah-langkah restrukturisasi agresif ini diambil di tengah tantangan pasar yang cukup berat bagi perusahaan, di mana harga saham Skydance dilaporkan mengalami penurunan hingga sekitar sepertiganya sepanjang tahun ini.

Para pelaku industri dan investor kini tengah menantikan laporan keuangan kuartal ketiga perusahaan yang dijadwalkan rilis pada awal November mendatang, untuk melihat lebih jauh proyeksi pemulihan finansial di bawah kepemimpinan baru ini.



(ass/tia)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO