Kesaksian Mantan Asisten: Russell Brand Punya Nafsu Seksual yang Luar Biasa
Dilansir dari The Guardian (27/10) mantan asisten pribadinya, Helen Berger, bersaksi di Pengadilan Southwark Crown bahwa Brand memiliki "nafsu seksual yang luar biasa" dan bahwa perilaku buruknya kerap dinormalisasi serta dimaklumi oleh orang-orang di sekitarnya.
Brand (51) saat ini menghadapi total tujuh dakwaan meliputi tiga tuduhan pemerkosaan, tiga tuduhan pelecehan seksual, dan satu tuduhan pelecehan tidak senonoh yang diduga dilakukan terhadap enam perempuan berbeda dalam rentang waktu 10 tahun sejak 1999. Brand secara konsisten membantah seluruh tuduhan tersebut.
Dalam keterangannya, Berger yang bekerja sebagai asisten pribadi Brand dari Juni 2006 hingga Februari 2007 (masa puncak popularitas sang komedian) mengungkapkan bahwa ritme kerja dengan Brand sangat melelahkan karena energinya yang seakan tanpa henti.
Ia akhirnya memutuskan berhenti karena merasa kelelahan dan "muak" dengan situasi tersebut.
"Meskipun saya pernah bekerja dengan selebritas lain dan melihat banyak orang menormalisasi perilaku buruk, situasi ini berada di level yang berbeda," ungkap Berger dalam pernyataan saksinya kepada polisi pada Mei 2024, yang dibacakan di persidangan oleh jaksa penuntut Riel Karmy-Jones KC.
Berger membeberkan sejumlah perilaku Brand selama masa kerjanya, di antaranya Brand sering kali hanya mengenakan pakaian dalam atau bertelanjang dada di rumah, bahkan saat menerima tamu wawancara seperti aktris Sadie Frost.
Brand disebut berhubungan intim siang dan malam, memanfaatkan situs Myspace untuk mencari perempuan acak, serta kerap mendatangkan perempuantermasuk seorang selebritike apartemennya di Camden, London utara.
Berger mengaku pernah diminta untuk mencatat nomor telepon perempuan saat Brand merekam acara MTV (yang membuatnya merasa tidak nyaman), menjaga agar ibu dan pacar Brand tidak memergokinya berhubungan intim di ruang ganti, hingga memergoki Brand melakukan hubungan seks di kamar mandi usai tampil di Festival Edinburgh.
Meskipun demikian, Berger menyatakan bahwa ia tidak pernah melihat Brand melakukan tindakan yang melanggar hukum secara langsung, meski ia mengakui bahwa Brand kerap memperlakukan perempuan dengan buruk.
Selain kesaksian mantan asisten, persidangan juga mendengarkan pernyataan dari manajer seorang perempuan yang mengaku dilecehkan secara seksual oleh Brand di Channel 4 pada 2009.
Saksi menyebutkan bahwa korban saat itu dipaksa oleh rekan kerja Brand untuk memberikan pijatan, sementara mereka menonton dan menertawakan pelecehan yang terjadi.
Persidangan terhadap kasus Russell Brand ini masih terus berlanjut.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
