Round Up

Doctor X Kesandung Kontroversi, Ada Petisi ke Majelis Nasional

Tim detikPop
|
detikPop
Kim Ji Won di Drama Korea Doctor X
Foto: dok. Instagram @sbsdrama.official
Jakarta -

Di tengah popularitasnya yang sedang meroket, Doctor X terseret sebuah kontroversi. Kritikan pedas datang dari penonton yang merasa gak nyaman dengan penayangan episode 6 pada Sabtu (24/10/2026).

Gak main-main, kritikan langsung dibuat di situs resmi Majelis Nasional Korea Selatan. Ditulis sehari setelah drakornya tayang, petisi itu diberi judul 'Permintaan Penghentian Siaran Drama SBS Doctor X'. Pada Minggu (25/10), petisi ini sudah mendapat 100 dukungan.

Buat yang belum tahu, warga negara Korea Selatan dibebaskan untuk membuat petisi di situs Majelis Nasional menggunakan identitas resmi mereka.

Dalam 30 hari pertama sejak di-posting, petisi harus minimal mendapat 100 dukungan sebelum Ketua Majelis memutuskan (dalam 7 hari setelah itu) apakah petisi termasuk kategori yang bisa diterima atau tidak.

Pembuat petisi penghentian siaran drakor Doctor X menjelaskan rasa tidak nyaman menyaksikan episode 6. Terutama dalam episode tersebut, tim produksi memutuskan untuk membuat cerita berdasarkan Gerakan 18 Mei (5-18) di Gwangju pada tahun 1980.

Kejadian Gwangju 18 Mei 1980 merupakan salah satu catatan sejarah penting Korea Selatan. Setelah kematian Presiden Park Chung Hee pada 26 Oktober 1979, terjadi kekosongan kekuasaan di Korea Selatan yang kemudian diisi oleh Chun Doo Hwan.

Pada 17 Mei 1980, Chun Doo Hwan memperluas darurat militer secara nasional. Hal ini berimbas pada penutupan universitas, pelarangan aktivitas politik, penangkapan tokoh oposisi, hingga tekanan terhadap pers.

Lalu pada 18 Mei 1980, sekitar 600 mahasiswa berkumpul di Universitas Nasional Chonnam untuk memprotes pembungkaman kebebasan akademik. Terjadi adu fisik antara mereka dengan aparat yang berujung pada kekerasan pasukan darurat militer terhadap warga hingga memakan korban jiwa.

Berangkat dari situ, tim produksi Doctor X menjadikan kejadian Gwangju sebagai latar belakang cerita salah satu karakternya bernama Oh Sang Beom. Dia merupakan salah satu korban kejadian 5-18 yang bertahan hidup, namun mengidap banyak masalah kesehatan termasuk halusinasi hingga nyeri kronis.

Menurut pembuat petisi, konten tersebut terlalu keluar dari alur utama cerita. Selain itu, dia juga menduga ada usaha untuk menyisipkan unsur 18 Mei demi menyatakan sikap politik tertentu terkait kejadian tersebut.

Adegan dalam drama Korea SBS Doctor X.Adegan dalam drama Korea SBS Doctor X. Foto: dok. SBS

Dia meminta agar tim Majelis Nasional melakukan verifikasi produksi lewat pemanggilan staf dan peninjauan oleh lembaga pengawas penyiaran. Dia menuntut agar tayangan tersebut dihentikan segera, demikian seperti dilansir dari Chosun.com pada Senin (26/10/2026).

Meski ada pendapat dari penonton bahwa episode 6 terlalu bermuatan politik hingga terkesan propaganda, sebagian yang lain merasakan hal berbeda. Episode tersebut justru dipuji karena berhasil menyampaikan duka sejarah lewat seorang tokoh yang terluka.

Selain itu, pihak tim produksi juga sudah menegaskan dengan permakluman dalam setiap episodenya, bahwa drama Doctor X menampilkan adegan yang diadaptasi dan dibuat berbeda dari kondisi nyata demi dramatisasi.

Kembali ke petisi warga, dibutuhkan 50 ribu persetujuan sebelum akhirnya petisi itu bisa diuji ke tahap berikutnya di Majelis Nasional. Angka itu harus bisa diraih dalam waktu 30 hari setelah tahap 100 dukungan terlampaui.

Halaman 2 dari 2
(aay/mau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO