Mackenyu Buka-bukaan soal Zoro di Panggung Indonesia Comic Con 2026
Mackenyu tampil santai dengan mengenakan kacamata hitam, kaus putih, dan celana jins biru. Kehadirannya langsung disambut meriah oleh para penggemar One Piece yang memadati area panggung utama.
Dalam sesi tanya jawab, Mackenyu berbicara mengenai pengalamannya memerankan Zoro. Ia juga bercerita tentang kecintaannya terhadap One Piece yang sudah dikenalnya sejak kecil.
"Aku tumbuh besar dengan One Piece dan aku sangat menyukai Zoro. Aku tidak tahu bagaimana hasilnya nanti, tetapi kalian menyukainya?" ujar Mackenyu di Indonesia Comic Con di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (4/10/2026).
Jawaban tersebut langsung disambut sorakan meriah dari penonton yang hadir di Indonesia Comic Con. Mackenyu kemudian ditanya apakah ada bagian dari karakter Zoro yang secara alami memiliki kemiripan dengan dirinya.
Menurut Mackenyu, dirinya justru memiliki kepribadian yang cukup berbeda dari Zoro. Ia menyebut dirinya sebagai orang yang biasanya pendiam, tetapi memiliki satu kebiasaan yang sulit ditahan, yakni tertawa. Karena itu, ia berusaha menghilangkan sisi dirinya tersebut ketika berperan sebagai Zoro.
"Aku biasanya orang yang pendiam, tetapi aku tidak bisa berhenti tertawa. Aku mencoba untuk tidak menjadi diriku sendiri ketika menjadi Zoro. Aku benar-benar menjadi orang yang berbeda ketika berakting," katanya.
Mackenyu juga diminta menjelaskan apa yang membuat Zoro tetap menjadi Zoro jika ciri fisiknya seperti rambut hijau dan pedang dihilangkan. Dengan gaya santai, Mackenyu memberikan tiga jawaban yang langsung mengundang tawa penonton.
One Piece Season 2 (2026). Foto: Dok. Netflix |
"Dia suka minum minuman keras, punya kemampuan menentukan arah yang sangat baik, dan sangat tampan," ujar Mackenyu.
Pernyataan mengenai kemampuan Zoro dalam menentukan arah tentu menjadi bahan candaan tersendiri. Dalam cerita One Piece, Zoro memang dikenal sebagai karakter yang kerap tersesat dan memiliki kemampuan navigasi yang buruk.
Ketika pembawa acara kemudian balik bertanya mengenai kemampuan Mackenyu dalam menentukan arah, sang aktor menjawab singkat.
"Aku tidak terlalu buruk. Tidak terlalu buruk," katanya.
Mackenyu juga disinggung dalam menjalani adegan laga. Mackenyu diketahui memiliki banyak pengalaman memainkan karakter yang membutuhkan kemampuan fisik.
Salah satu adegan yang disorot adalah pertarungannya dengan Dracule Mihawk. Namun, bagi Mackenyu, menjalani koreografi pertarungan justru merupakan hal yang menyenangkan dan tidak terlalu sulit karena sudah terbiasa memegang pedang.
"Aku sangat menikmati melakukan koreografi adegan laga. Itu tidak terlalu menjadi tantangan. Aku tumbuh dengan berlatih bela diri Karate. Aku juga sudah banyak melakukan aksi menggunakan pedang sejak masih kecil. Jadi, itu sudah ada dalam diriku, sudah mengalir dalam darahku," kata Mackenyu.
Dengan pengalamannya bekerja bersama para ahli laga dan tim aksi, Mackenyu kemudian ditanya mengenai hal yang membedakan adegan pertarungan yang bagus dengan adegan pertarungan yang luar biasa. Ia kemudian menjelaskan perannya dalam proses tersebut. Menurut Mackenyu, dirinya tinggal menghafalkan gerakan yang diberikan oleh koreografer.
"Semuanya bergantung pada koreografe. Aku hanya menghafalkan langkah-langkah yang diberikan orang tersebut untuk aku lakukan," tuturnya.
Meski begitu, Mackenyu mengaku dirinya juga sudah mampu membuat koreografi adegan pertarungan. Ketika ditanya apakah ia bisa membuat koreografi pertarungan sendiri, Mackenyu menjawab tegas.
"Ya, tentu. Aku bisa," katanya.
Tidak hanya membahas Zoro dan adegan laga, Mackenyu juga berbicara mengenai tantangan memainkan karakter lain. Ia diketahui pernah memerankan sejumlah karakter yang memiliki basis penggemar besar. Situasi tersebut tentu berbeda dengan ketika seorang aktor menciptakan karakter baru dari nol.
"Kalau dari awal, seratus persen lebih mudah," pungkas Mackenyu.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan

