K-Movie
Parah! Film The Assassin(s) Jadi Kontroversi, Aktor Diancam-Diserang
Kontroversi film Korea Selatan terbaru, The Assassin(s), tampaknya masih belum mereda. Setelah sederet pemerannya seperti Lee Min Ho dan Ryu Hye Young mengalami penyerangan di media sosial pribadi mereka, kini aktor Yoo Hai Jin mengalami hal serupa.
Imbas kontroversi film arahan Hur Jin Ho itu, Yoo Hai Jin memutuskan untuk membatasi hingga menutup kolom komentar di media sosial Instagram pribadinya. Namun penyerangan dari pihak yang gak suka dengan sajian dalam The Assassin(s) terus belanjut.
Akhirnya manajemen VAST Entertainment pasang badan. Mereka menangani masalah ini dengan serius dan akan menindak lewat jalur hukum semua tindakan yang merusak citra dan membahayakan si aktor.
Berikut ini pernyataan resmi agensi Yoo Hai Jin dilansir Senin (5/10/2026):
Yoo Hai Jin (paling kiri) dalam film Korea The Assassin(s) (2026). Foto: dok. Hive Media Corp |
"Halo.
Ini VAST Entertainment.
Kami baru-baru ini mengonfirmasi adanya penyebaran fitnah dan informasi palsu mengenai aktor kami, Yoo Hai Jin, secara sembarangan melalui komunitas daring dan media sosial.
Kami menanggapi dengan sangat serius pembuatan dan penyebaran informasi palsu tentang aktor kami, serangan jahat terhadap reputasi serta penghinaan, maupun segala tindakan yang melanggar privasi, mengancam keselamatan pribadi, atau mencemarkan nama baik aktor kami.
Oleh karena itu, kami terus mengumpulkan unggahan dan bukti terkait, serta berencana mengambil segala langkah yang memungkinkan untuk melindungi hak pribadi dan keselamatan aktor kami dari tindakan ilegal semacam itu.
Kami akan terus memantau secara berkala tindakan yang melanggar hak pribadi dan keselamatan aktor kami, serta akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sebagai respons terhadap setiap insiden yang kami temukan.
Terima kasih."
Beberapa pihak dari kubu oposisi menilai apa yang ditampilkan dalam The Assassin(s) sangat bertentangan dengan fakta sejarah. Mereka bahkan dengan tegas menyebut film ini telah mendistorsi fakta.
Ketua partai oposisi, Jang Dong Hyeok, menyebut cerita film ini absurd. Dia bahkan menyamakannya dengan propaganda Korea Utara.
Dilansir dari Korea Herald, anggota People Power Party (Partai Kekuatan Rakyat) Joo Jin Woo mencap film ini sebagai kejahatan yang melukai keluarga Ibu Negara. Mereka menuntut permintaan maaf resmi dari tim produksi.
Sutradara Hur Jin Ho dalam keterangannya menyebutkan, dia berusaha menyeimbangkan sudut pandang dan tidak memperlakukan satu hipotesis dalam film sebagai sebuah kebenaran. Ada banyak imajinasi yang membalut materi film ini.
Hive Media Corp sebagai perusahaan produksi dan distributor film buka suara. Mereka membantah semua yang dituduhkan.
"Film ini merekonstruksi peristiwa tersebut dengan menambahkan imajinasi sinematik pada berbagai catatan yang ditulis pada saat itu. Film ini sama sekali tidak mendefinisikan orang tertentu sebagai dalang di balik insiden tersebut, juga tidak menyajikan hipotesis atau latar dramatisnya sebagai fakta sejarah," kata pihak Hive Media Corp.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan

