Unggahan soal Pelecehan Seksual Disensor Instagram, Florence Pugh Ngamuk

Asep Syaifullah
|
detikPop
LONDON, ENGLAND - APRIL 22: Florence Pugh attends the Thunderbolts* UK Special Screening at Cineworld Leicester Square on April 22, 2025 in London, England. (Photo by Neil Mockford/FilmMagic)
Foto: Neil Mockford/FilmMagic
Jakarta - Aktris ternama asal Inggris, Florence Pugh, meluapkan kemarahannya setelah mendapati unggahannya di media sosial disensor oleh pihak Instagram.

Bintang film East of Eden tersebut sebelumnya menggunakan platform tersebut untuk bersuara secara vokal mengenai kasus dugaan pelecehan seksual yang kembali mencuat dan melibatkan Universitas Cornell.

Dalam keterangannya, Pugh mengaku merasa sangat terpukul, marah, dan cemas saat membaca detail-detail mengerikan dari kasus hukum perdata yang melibatkan dugaan pelecehan terhadap seorang mahasiswi oleh beberapa anggota dari salah satu organisasi mahasiswa di universitas bergengsi tersebut.

Namun, yang membuatnya semakin terkejut adalah tindakan pihak platform media sosial yang membatasi jangkauan unggahannya.

"Instagram menyensor saya saat saya mengutuk tindakan tersebut, yang juga menjadi kejutan lain bahwa perempuan kembali disensor," ungkap Florence Pugh saat tampil dalam acara bincang-bincang The View dilansir dari EW, Kamis (1/10/2026).

Dalam unggahannya yang sempat dibatasi tersebut, Pugh melontarkan kritik pedas terhadap pihak-pihak yang dinilai melindungi para pelaku kekerasan seksual serta lemahnya hukuman yang diberikan. Ia menyebut bahwa tindakan semacam itu merupakan bentuk penghancuran terhadap jiwa seseorang dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.

"Setiap orang yang tahu atau mendengar hal ini terjadi harus dipandang dengan tingkat keprihatinan yang serius. Mereka sama jahatnya dengan orang-orang yang merencanakannya," tegas aktris peraih nominasi Oscar tersebut.

Pugh juga menyerukan pentingnya perlindungan yang lebih tegas bagi perempuan serta mendesak agar masyarakat tidak tinggal diam melihat ketidakadilan. "Tidak ada kesetaraan sampai kalian menghormati tubuh kami. Sampai kalian berhenti merusak jiwa kami. Sampai kalian membiarkan kami hidup," tambahnya dengan penuh emosi.

Setelah menuai protes luas dari para pengikut dan publik dunia maya-yang menganggap pembatasan tersebut sebagai bentuk pembungkaman terhadap isu penting-pihak Meta selaku induk perusahaan Instagram akhirnya meninjau ulang unggahan tersebut.

Label peringatan konten sensitif itu akhirnya dicabut, dan unggahan Pugh dinilai memenuhi kriteria pengecualian berita sehingga dapat kembali diakses oleh pengguna dewasa tanpa batasan pembatasan sebelumnya.

(ass/pus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO