Nicolas Cage Kritik MCU: Mirip WWE tapi Lebih Mewah

Asep Syaifullah
|
detikPop
LOS ANGELES, CALIFORNIA - SEPTEMBER 19: Nicolas Cage attends the Lucas Museum of Narrative Art Opening Night on September 19, 2026 in Los Angeles, California. (Photo by Frazer Harrison/Getty Images)
Foto: Getty Images/Frazer Harrison
Jakarta - Kritik Nicolas Cage terhadap Marvel Cinematic Universe (MCU), saat berbicara di Fan Expo Dallas memicu perdebatan hangat di media sosial.

Aktor pemenang Oscar tersebut membandingkan fenomena film superhero modern dengan ajang gulat hiburan.

"Saya mengatakan ini dengan rasa hormat," ujar Cage dilansir dari Variety (1/10).

"Saat melihat para aktor berusia 50 tahun ke atas yang sangat berbakat harus mengenakan kostum konyol dan bersiap untuk bertarung - let's face it, ujung-ujungnya semua memotong ke adegan bertarung dan sulit bagi saya untuk tidak teringat bahwa MCU menjadi versi WWE yang didanai besar dan diagungkan."

Meski Cage bukan bagian dari ekosistem MCU, ia memiliki rekam jejak panjang dalam proyek adaptasi komik Marvel.

Ia baru saja, membintangi serial Sony berjudul Spider-Noir yang dibatalkan setelah berjalan satu musim sepanjang delapan episode.

Cage juga pernah memerankan karakter Ghost Rider dalam dua film, yaitu Ghost Rider pada 2007 dan Ghost Rider: Spirit of Vengeance pada 2012.

Karakter komik tersebut, kini resmi bergabung ke MCU dengan Ryan Gosling sebagai pemeran utamanya di bawah arahan sutradara Shawn Levy.

Serial Spider-Noir, diadaptasi dari karakter komik Marvel oleh Oren Uziel dengan latar belakang era Depresi Besar di New York.

Dalam serial tersebut, Cage berperan sebagai Ben Reilly, seorang detektif swasta veteran yang tidak beruntung dan terpaksa berhadapan dengan masa lalunya.

Sebelum penayangan perdananya, Cage sempat menyampaikan kepada Variety bahwa ia tertarik pada Spider-Noir bukan karena unsur superheronya, melainkan karena konsep visual hitam-putih ala film noir klasik.

"Saya ingin mencoba menciptakan esensi dari beberapa aktor dunia lama favorit saya karena saya ingin mewujudkan gaya tersebut - Bogart, Cagney, Edward G. Robinson - dan merancang penampilan saya agar cocok dengan format hitam-putih," ungkap Cage.

Ia menambahkan bahwa mengambil proyek serial televisi sempat membuatnya merasa gugup.

"Itu menakutkan dan berisiko," lanjutnya.

"Saya terus-menerus khawatir akan dipecat karena melakukan hal ini, yaitu menyalurkan gaya aktor-aktor era lama dan membeturkannya dengan karya mahakarya Stan Lee yaitu 'Spider-Man' untuk menciptakan semacam sensasi pop-art Roy Lichtenstein. Saya tidak tahu apakah itu akan berhasil sampai akhirnya saya melihat kedelapan episodenya."

(ass/wes)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO