Naza Gusur Avengers: Endgame Encore di Bioskop Italia
Dokumenter ini berhasil mengungguli penayangan ulang film pahlawan super besutan Marvel, Avengers: Endgame: Encore, yang harus puas berada di posisi kedua.
Pada hari pertama penayangannya, film berdurasi 80 menit tersebut mengantongi pendapatan sebesar β¬451.872 (sekitar Rp7,9 miliar).
Baca juga: Diejek, Digger Sindir Lewat Iklan Baru |
Angka tersebut terus melonjak hingga mencapai β¬1,1 juta (sekitar Rp19,25 miliar) pada akhir hari kedua. Sebagai perbandingan, Avengers: Endgame: Encore hanya mengumpulkan β¬356.000 (sekitar Rp6,23 miliar) pada periode yang sama.
Awalnya, NAZA hanya dijadwalkan tayang terbatas selama tiga hari di Italia. Namun, menyusul tiket yang habis terjual di berbagai bioskop serta respons penonton yang luar biasa, masa penayangannya resmi diperpanjang.
Lebih dari 150 bioskop di Italia telah menambah jadwal pemutaran film ini, dan jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah.
Antusiasme penonton Italia sebenarnya sudah terbangun sejak film garapan sutradara pemenang Oscar, Yuval Abraham dan Rachel Szor, ini meraih penghargaan Special Jury Prize di Venice Film Festival.
Pada pemutaran perdananya di festival tersebut, NAZA bahkan mendapat tepuk tangan berdiri (standing ovation) selama 25 menit-sebuah rekor baru dalam sejarah festival.
"Selama bioskop masih ingin menayangkannya, NAZA akan terus diputar," ungkap Andrea Romeo, pendiri I Wonder Pictures selaku distributor film di Italia, kepada La Repubblica (via The Guardian).
Fenomena ini juga menciptakan suasana emosional di berbagai ruang putar. Di bioskop Tibur, Roma, penonton menyaksikan film dalam keheningan total.
Marco, salah satu staf bioskop, menuturkan bahwa publik berada dalam kondisi terperanjat (shock) selama pemutaran berlangsung hingga film selesai tanpa ada yang bersuara.
Presiden Asosiasi Pemilik Bioskop Italia (Anec), Simone Gialdini, menilai bahwa ledakan jumlah penonton ini tidak hanya didorong oleh aksi solidaritas politik, tetapi juga menarik perhatian penonton lintas generasi.
Baca juga: Unabomber: Monster Di Balik Teror Bom |
Menurutnya, publik yang datang sangat menyadari tragedi kemanusiaan yang sedang terjadi.
Dokumenter yang diproduksi oleh The Guardian ini mengungkap kesaksian dari 24 prajurit dan perwira intelijen Israel yang disamarkan identitasnya.
Mereka membeberkan penggunaan sistem pengawasan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digunakan untuk menentukan target serangan di Gaza.
Setelah diputar di lebih dari 50 negara dalam sebulan ke depan, NAZA dijadwalkan bakal dapat diakses secara gratis di situs theguardian.com pada pertengahan November.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
