It's My Time: Kisah Nyata Inspiratif Yang Menghibur
EDITORIAL RATING
AUDIENCE RATING
Sinopsis:
Wu Yaowei (Liu Haoran) bertemu dengan Zhao Yanhong (Yeoh) di sebuah panti jompo. Dalam usahanya membayar hutang, Yaowei mengajari para lansia bermain kubus rubik.
Konon memainkan kubus rubik melatih ingatan para lansia sehingga ini menjadi aktivitas yang tepat untuk mencegah demensia. Yaowei yang merupakan mantan atlit kubus rubik melatih para lansia ini dengan malas-malasan.
Ia bahkan menghabiskan setengah jam untuk tertidur. Tidak terima Yanhong menantang Yaowei. Ia bilang bahwa ia bisa menyelesaikan kubus rubik itu dalam beberapa menit. Taruhan ini tidak hanya membuktikan bahwa Yanhong ahli tapi dalam sekejap ia menjadi selebriti internet.
It's My Time (2026) Foto: Dok. Ist |
Yanhong, yang masuk panti jompo karena tertipu dan sempat terkena stroke, sebenarnya bukan penghuni panti jompo idaman. Ia kerap membuat huru-hara.
Tapi yang paling ia inginkan di dunia ini adalah menjadi mandiri agar anaknya tidak bekerja keras-ponselnya selalu berdering setiap saat-untuk mengurusi dirinya. Yanhong pun akhirnya menawarkan Yaowei menjadi gurunya guna berkompetisi dan mendapatkan banyak uang.
Kolaborasi keduanya pun akhirnya membawa Yanhong pada sebuah petualangan seru yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Review:
Disutradarai oleh Bai Xue-yang juga menulis skripnya bersama Yan Sun dan Yizhou Xu- It's My Time adalah sebuah film hangat yang menyenangkan untuk ditonton dari awal film sampai end credits bergulir.
Meskipun secara plot film ini terasa konvensional, film ini berhasil untuk membuat penontonnya peduli dengan karakter utamanya. Pada dasarnya film ini menggunakan resep from zero to hero.
It's My Time (2026) Foto: Dok. Ist |
Tapi film ini mempunyai karakter utama yang kuat sehingga It's My Time terasa cukup spesial meskipun banyak penonton yang akan bisa menebak ke mana arah film ini bergerak.
Salah satu yang menarik dari It's My Time adalah bagaimana pembuat filmnya menggambarkan Yanhong sebagai manusia. Meskipun film ini diadaptasi dari kisah nyata tapi Bai Xue menolak untuk menggambarkan karakter utamanya sebagai karakter yang selalu tersiksa atau yang selalu benar.
Baca juga: Hope: Film Monster yang Bikin Nagih! |
Ada adegan makan malam dengan anak, menantu dan cucunya yang membuat Yanhong terasa sangat manusiawi-meskipun akibatnya sebagian penonton mungkin akan sedikit kesal dengan karakternya.
Tapi justru hal-hal yang sering dianggap negatif itu-keras kepala, tidak mau mendengarkan orang lain, selalu merasa paling benar-justru membuat Yanhong terasa seperti manusia betulan. Dan Michelle Yeoh memerankan karakter ini dengan begitu baik, kamu akan percaya dengan apa pun yang akan ia lakukan.
Ketika Yanhong mulai menyentuh kubus rubik, kamu akan percaya bahwa dia memang ahli di bidangnya.
Yang juga menjadi highlight film ini adalah bagaimana pembuatnya menggambarkan relasi Yanhong dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.
It's My Time (2026) Foto: Dok. Ist |
Bagaimana Yanhong berinteraksi dengan Yaowei yang ia anggap sebagai guru sekaligus anaknya. Bagaimana Yanhong berinteraksi dengan anak kandungnya. Dan yang terpenting, hubungan Yanhong dengan Shu Zhen (Sa Ri Na).
Di awal film, Shu Zhen adalah sahabat sekaligus roomate Yanhong. Tapi seiring dengan berjalannya film, penonton akan melihat hubungan mereka lebih dari sekedar teman. Mereka adalah support system yang efektif.
Ada satu momen dalam It's My Time yang akan memaksamu untuk menangis melihat hubungan mereka berdua.
Diedit dengan ciamik-tempo filmnya sangat asyik, tidak ada satu pun momen membosankan dari film ini-dan direkam dengan begitu lincah, It's My Time adalah sebuah film inspiratif yang sangat, sangat menyenangkan.
It's My Time (2026) Foto: Dok. Ist |
Selera humornya yang begitu baik juga membuat It's My Time menjadi terasa spesial. Penonton diajak untuk tertawa, menghargai waktu dan yang paling penting: berkenalan dengan Yanhong, seorang maestro kubus rubik yang sanggup melawan anak-anak muda.
Singkatnya, It's My Time adalah film penutup akhir pekan yang sangat direkomendasikan untuk melepas lelah bersama teman-teman dan keluargamu.
Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.




