Ini Adegan di Clayface yang Sampai Bikin Kru Ketakutan
Dibintangi aktor muda berbakat Tom Rhys Harries dan disutradarai oleh James Watkins, film dengan pendekatan body horror psikologis ini dijadwalkan menyapa penggemar di bioskop mulai 23 Oktober 2026.
Peluncuran trailer ini menjadi pembuka spektakuler menjelang gelaran San Diego Comic-Con pekan ini, di mana jajaran pemain dan tim produksi diperkirakan akan membeberkan lebih banyak rincian mengenai proyek ambisius tersebut.
Film Clayface dipastikan mengambil latar waktu di antara dua film utama karya Matt Reeves, yaitu The Batman (2022) dan The Batman Part II (2028).
Mengikuti jejak kesuksesan serial The Penguin di HBO Max, film ini makin mempertegas arah DC Studios dalam membangun semesta Gotham yang lebih realistis, kelam, dan berorientasi pada drama kriminal serta horor manusiawi.
Berbeda dari versi komik klasiknya, Clayface menghadirkan sudut pandang baru terhadap asal-usul sang villain. Cerita berfokus pada Matt Hagen (Tom Rhys Harries), seorang aktor Hollywood yang tengah menanjak namun harus menerima kenyataan pahit ketika wajahnya rusak parah akibat insiden tragis.
Clayface (2026) Foto: Dok. Warner Bros |
Saat terbaring di rumah sakit, Hagen menjadi korban serangan misterius dan disuntikkan cairan kimia eksperimental. Zat tersebut tidak hanya mengubah struktur biologisnya, tetapi juga memberinya kemampuan mengerikan untuk meremukkan, melelehkan, dan mengubah bentuk tubuhnya (shapeshifting) menyerupai tanah liat.
Dalam wawancara eksklusif bersama Entertainment Weekly, sutradara James Watkins memberikan breakdown mendalam mengenai salah satu adegan paling mengerikan di trailer yang mendadak tular di media sosial: "The Scissors Scene" (Adegan Gunting).
Adegan tersebut memperlihatkan momen ketika Hagen pertama kali menyadari bahwa daging dan kulit di wajahnya mulai melunak serta meleleh seperti adonan basah.
Dalam kondisi panik dan putus asa untuk mempertahankan ketampanannya, Hagen mengambil sepasang gunting dan secara brutal mencoba merapikan serta memotong gumpalan daging tanah liat yang terkulai di wajahnya sendiri di depan cermin.
"Penggunaan efek praktis dan protesis dalam adegan tersebut dibuat sangat detail. Saking intens dan mengerikannya momen pemotongan itu, beberapa kru di lokasi syuting bahkan memalingkan wajah dan tidak sanggup melihatnya secara langsung," ungkap Watkins.
Walkins menegaskan bahwa adegan body horror ekstrem tersebut bukan sekadar untuk mengejutkan penonton, melainkan bentuk manifestasi psikologis dari seorang aktor yang kehilangan aset terbesar sekaligus identitas dirinya.
Kualitas narasi Clayface makin menjanjikan berkat keterlibatan penulis naskah spesialis horor psikologis, Mike Flanagan (The Haunting of Hill House, Midnight Mass), yang berkolaborasi dengan Hossein Amini.
DC menggambarkan film ini sebagai studi karakter tragis tentang hilangnya rasa kemanusiaan, batas tipis obsesi, dan dampak korosif dari ambisi ilmiah yang tidak terkendali.
Selain Tom Rhys Harries, film ini juga diperkuat oleh aktor lainnya seperti Naomi Ackie, David Dencik, Max Minghella dan Eddie Marsan.
Duduk di kursi produser adalah nama-nama besar industri seperti Matt Reeves, Lynn Harris, serta dua pimpinan utama DC Studios, James Gunn dan Peter Safran.
Dengan jajaran tim kreatif ini, Clayface digadang-gadang akan menjadi salah satu rilis film komik paling unik dan mencekam di tahun ini.

