Adu Mekanik! Ini Musuh Utama Iko Uwais di Pendekar: Warrior
Proyek skala internasional ini menjadi tonggak sejarah penting karena menandai peran utama pertama Tak Sakaguchi dalam produksi film luar negeri di luar industri film Jepang.
Proses pengambilan gambar utama (principal photography) dijadwalkan akan mulai berjalan pada kuartal keempat tahun ini.
Nama Tak Sakaguchi sudah tak asing lagi bagi para pencinta film aksi dunia lewat perannya dalam film-film ikonik seperti Versus dan Re:Born.
Ia dikenal dengan pendekatan akting fisiknya yang sangat intens dan tanpa kompromi. Salah satu aksinya yang paling membekas adalah adegan pertarungan single-take tanpa putus selama 77 menit dalam film Crazy Samurai Musashi, di mana ia menghadapi sekitar 400 musuh seorang diri.
Tak Takaguchi Foto: Dok. Ist |
Di sisi lain, Iko Uwais telah mengukuhkan namanya di kancah global lewat kesuksesan The Raid, The Raid 2, Headshot, The Night Comes for Us, hingga keterlibatannya di proyek Hollywood seperti Mile 22 dan Expend4bles.
Pertemuan keduanya akan menyatukan dua gaya bertarung yang berbeda dari dua tradisi bela diri Asia yang belum pernah berbagi layar sebelumnya.
Saat ini, baik Iko maupun Tak dilaporkan sedang menjalani latihan fisik intensif bersama tim koreografi aksi untuk memadukan kecepatan Pencak Silat Indonesia dengan teknik bertarung jarak dekat (close-quarters combat) khas Sakaguchi.
Mengambil latar di jalanan Jakarta, Pendekar: Warrior menceritakan kisah seorang mantan maestro silat (Iko Uwais) yang baru keluar dari penjara dan bertekad meninggalkan dunia kekerasan.
Namun, niat tersebut teruji saat sebuah sindikat kejahatan besar mulai menguasai wilayah tempat tinggalnya. Terpaksa kembali mengangkat tinju demi melindungi orang-orang terdekatnya, karakter ini menjadi medium utama film dalam mengenalkan keindahan dan ketangguhan silat Indonesia ke audiens global.
Sutradara dan pengarah sinematografi John Radel ACS menyampaikan antusiasmenya atas proyek ini.
"Iko dan Tak memiliki sesuatu yang sangat langka: ketika mereka bertarung di layar, penonton bisa merasakan bahwa setiap gerakan memiliki tujuan dan konsekuensi," ujar Radel.
"Ini lebih dari sekadar bentrokan dua aktor aksi besar. Kami menciptakan aksi yang lahir dari karakter dan emosi. Ketika Iko dan Tak akhirnya berhadapan, rasanya seperti dua kekuatan tak terhentikan yang saling bertabrakan-sebuah momen yang sudah bertahun-tahun ditunggu oleh para penggemar film aksi."
Proyek ini diproduksi oleh kolaborasi produser ternama dari berbagai negara, di antaranya Asia Media Alliance Group, produser ternama Indonesia Delon Tio dari Nation Pictures, Erika North dan Nick North dari Yeti Entertainment, serta produser aksi veteran Mike Leeder dari Red Packet Media (Hong Kong).
Iko Uwais bersama Ryan Santoso juga bertindak sebagai Eksekutif Produser melalui bendera Uwais Pictures, sementara K-Movie Entertainment bergabung sebagai ko-produser sekaligus penanggung jawab penjualan internasional.
"Menyatukan Iko Uwais dan Tak Sakaguchi adalah momen bersejarah bagi sinema aksi Asia," ungkap Delon Tio dari Nation Pictures.
"Mereka adalah dua pemeran luar biasa yang masing-masing telah membangun basis penggemar global melalui keautentikan, disiplin, dan penceritaan fisik yang berani. Pendekar: Warrior mewakili jenis film Indonesia berorientasi internasional yang ingin kami hadirkan kepada penonton dunia."

