Makin Panas! Elon Musk Ancam Mau Bikin The Odyssey Pakai AI

Asep Syaifullah
|
detikPop
The Odyssey
Foto: Courtesy of The Odyssey
Jakarta - Perseteruan tak langsung antara bos Tesla, Elon Musk, dan sutradara kawakan Christopher Nolan kian memanas.

Setelah gencar mengkritik pemilihan pemain (casting) dalam film adaptasi The Odyssey garapan Nolan, Musk kini mengeklaim bakal membuat film tandingan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ia sebut bakal "akurat secara historis."

Lewat platform miliknya, X (Twitter), Musk menyatakan bahwa alat pembuat video kecerdasan buatan miliknya, Grok Imagine, akan memproduksi film panjang The Odyssey sebelum akhir tahun ini.

"Sebelum tahun ini berakhir, Grok Imagine akan membuat film panjang The Odyssey yang akurat secara sejarah dan setia pada karya Homer," tulis Musk dalam unggahan yang ia sematkan di profil X miliknya.

Sontak, klaim Musk soal "keakuratan sejarah" langsung mengundang keheranan publik. Pasalnya, epik The Odyssey karya Homer merupakan kisah mitologi Yunani yang dipenuhi makhluk fantastis seperti Cyclops hingga keterlibatan aktif para dewa seperti Athena dan Poseidon.

Banyak yang mempertanyakan bagaimana cerita yang kental dengan unsur mistis tersebut bisa disajikan secara "akurat secara sejarah."

Tak hanya mengandalkan AI, Musk bahkan menyatakan ketertarikannya untuk mendanai produksi film tersebut saat diminta oleh netizen dengan syarat disutradarai oleh Mel Gibson, menggunakan kapal serta persenjataan yang otentik, dan seluruh dialognya dibawakan dalam bahasa Yunani Homeric asli.

Di sisi lain, sindiran pedas dari Musk sama sekali tak menggoyahkan performa The Odyssey karya Nolan. Film yang mengandalkan efek praktis khas Nolan ini justru memanen pujian luar biasa dari para kritikus maupun penonton umum, meraih skor 94% dari kritikus dan 97% dari penonton di Rotten Tomatoes-salah satu pencapaian tertinggi sepanjang karier Nolan.

Nolan sendiri sebelumnya secara tegas menolak penggunaan AI dalam pembuatan film. Menurutnya, penonton generasi muda (Gen Z) sangat cepat mengenali dan menolak karya berbasis "AI slop" karena mereka justru merindukan penceritaan yang nyata, terasa taktil, dan autentik.

(ass/tia)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO