Sihir Ludwig Göransson Hidupkan The Odyssey Lewat Instrumen Kuno

Asep Syaifullah
|
detikPop
The Odyssey (2026).
Foto: Dok. Ist
Jakarta - Ketika sutradara Christopher Nolan memutuskan untuk mengadaptasi kisah epik klasik The Odyssey ke layar lebar, ia tidak hanya ingin visual filmnya yang terasa autentik seperti zaman Yunani Kuno, tetapi juga audionya.

Nolan menantang komposer andalannya, Ludwig Göransson, untuk menciptakan musik latar menggunakan instrumen-instrumen kuno yang asli dari era tersebut.

Dalam sebuah video dokumenter (featurette) terbaru, Nolan menjelaskan visi di balik pendekatan ini.

"Kami ingin film ini terasa seperti dunia yang dapat dikenali oleh orang-orang, meskipun latarnya adalah Yunani Kuno. Kami tidak ingin film ini terlihat dan terasa seperti film-film sebelumnya yang mengambil latar dunia klasik seperti ini. Apa yang bisa kita lakukan agar film ini terasa lebih abadi (timeless) dari itu?" ujarnya.

Tantangan tersebut memaksa Göransson untuk keluar dari zona nyamannya dan bekerja dengan suara-suara yang belum pernah ia utak-atik sebelumnya.

Karena film ini berlatar pada Zaman Perunggu, Nolan menyarankan Göransson untuk menggunakan bahan perunggu sebagai elemen tematik utama dalam musiknya.

The Odyssey (2026).The Odyssey (2026). Foto: Dok. Ist

Demi mewujudkannya, Göransson sampai menyewa 35 gong perunggu dengan berbagai ukuran dan mulai bereksperimen. Proses eksperimen ini sangat tidak biasa dan organik.

"Memukul dinding, memukul pagar pembatas, memukul benda apa saja yang bisa Anda temukan di luar ruangan, seperti barang rongsokan logam atau unit AC," cerita Göransson tentang usahanya mencari suara yang tepat.

Selain eksperimen perunggu tersebut, ia juga menggunakan instrumen tradisional seperti lyre (kecapi kuno) dan aulos (alat musik tiup ganda).

Sejak awal, Nolan memang sangat tertarik dengan suara aulos.

"Chris sempat menyebutkan bahwa ia sangat tertarik dengan suara aulos," ujar Göransson, merujuk pada instrumen tiup kuno yang bentuknya menyerupai dua klarinet yang dimainkan bersamaan.

Karena instrumen asli dari ribuan tahun lalu sudah tidak dapat dimainkan secara utuh, tim produksi harus membuat replikanya.

Pemain musik Callum Armstrong menceritakan bahwa ia menggunakan replika aulos yang didasarkan pada model dari abad ke-6 atau ke-5 SM.

"Kami tidak memiliki bagian pembuat suara (reed) yang bertahan dari masa lalu. Jadi, saya bekerja sama dengan dua orang lainnya untuk meneliti materi sejarah kuno guna merekonstruksi dan mencari tahu bagaimana cara kerja bagian atas instrumen ini," jelas Armstrong.

Sementara itu, instrumen penting lainnya yakni lyre dimainkan oleh Rosa Fragorapti. Untuk bisa memainkannya dengan teknik yang tepat, ia harus mempelajari visual yang tergambar pada vas-vas dan guci kuno peninggalan sejarah.

Selain musik latar instrumental yang megah, soundtrack film ini juga akan menghadirkan sebuah lagu orisinal bertajuk "When I'm Home".

Lagu ini ditulis secara kolaboratif oleh musisi James Blake, rapper Travis Scott, bersama dengan Göransson dan Christopher Nolan sendiri.

Film The Odyssey karya Nolan ini berhasil menghidupkan kembali kisah klasik legendaris karya Homer. Matt Damon tampil sebagai pemeran utama sang pahlawan pelaut, Odysseus.

The Odyssey (2026).The Odyssey (2026). Foto: Dok. Ist

Film ini juga bertabur bintang papan atas yang memerankan karakter-karakter ikonik, di antaranya Anne Hathaway sebagai Penelope (istri Odysseus); Tom Holland sebagai Telemachus (anak mereka); Robert Pattinson sebagai Antinous (pelamar asal Ithaca); Zendaya sebagai Athena (dewi kebijaksanaan); serta Charlize Theron sebagai Circe (dewi sihir). Film ini juga turut didukung oleh penampilan dari Lupita Nyong'o dan Elliot Page.

Proyek ambisius ini menandai kolaborasi ketiga antara Göransson dan Nolan setelah sebelumnya sukses besar lewat Tenet (2020) dan Oppenheimer (2023)-yang berhasil mengantarkan Göransson meraih piala Oscar keduanya.

"Chris selalu punya cara unik untuk menarik penonton masuk ke dalam dunianya saat menyaksikan film-filmnya," kata Göransson.

"Dan musik untuk film ini benar-benar menciptakan sebuah dunia baru yang sangat unik."

(ass/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO