Di Balik Layar Proses Baraka di Mortal Kombat II

Febryantino Nur Pratama
|
detikPop
Penampilan Baraka di Mortal Kombat II.
Foto: Dok. New Line Cinema
Jakarta - Mortal Kombat II menghadirkan salah satu karakter favorit penggemar game, Baraka, dengan pendekatan yang lebih emosional sekaligus brutal.

Sutradara Simon McQuoid mengungkap proses panjang untuk menghidupkan karakter tersebut, mulai dari pemilihan aktor hingga pengembangan adegan pertarungan ikonik melawan Johnny Cage.

McQuoid mengatakan ide menghadirkan Baraka sudah muncul sejak film pertama Mortal Kombat dirilis pada 2021. Saat itu, ia langsung menyusun catatan evaluasi mengenai apa yang berhasil dan perlu ditingkatkan untuk sekuelnya, termasuk memasukkan Baraka ke dalam cerita.

"Saya melihat semua rekaman yang berbeda ini dan semua orang memainkannya dengan lugas. Rasanya tidak seperti dari dunia lain. Semakin lama kami melanjutkan, saya berpikir, 'Ini akan sangat sulit,'" ujar McQuoid dikutip detikcom, Jumat (15/5/2026).

Pencarian pemeran Baraka pun berlangsung cukup lama hingga akhirnya asisten sutradara PJ Voeten merekomendasikan aktor CJ Bloomfield yang sebelumnya tampil di Furiosa: A Mad Max Saga. Menurut McQuoid, Bloomfield langsung mendapatkan peran tersebut sejak audisi pertamanya.

Selain pemilihan pemeran, tim produksi juga menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk membangun adegan pertarungan di desa Tarkatan antara Baraka dan Johnny Cage yang diperankan Karl Urban.

Bahkan, tim pemeran pengganti membuat ulang set desa menggunakan kotak kardus di area parkir markas Village Roadshow Studios Australia demi menyusun koreografi pertarungan secara detail.

"Saya ingin agar terasa seperti masyarakat yang telah lama tinggal di sana dan memiliki ritual mereka," kata McQuoid mengenai pembangunan set praktikal desa Tarkatan.

Ia juga menambahkan unsur humor dalam adegan tersebut, sesuatu yang sempat ia diskusikan langsung dengan salah satu kreator Mortal Kombat, Ed Boon.

"Saya berkata, 'Anda harus percaya pada saya, Ed, bahwa saya pikir kita bisa menyeimbangkan hal itu,'" kenangnya.

McQuoid menjelaskan seluruh persiapan panjang itu membantu proses syuting menjadi lebih efisien, terutama karena Bloomfield harus menghabiskan waktu berjam-jam di kursi rias untuk transformasi Baraka.

"Limbahnya jauh lebih sedikit, dan Anda bisa menampilkan lebih banyak di layar. Ketika para aktor tiba, saya ingin mereka benar-benar menghayati apa yang akan mereka kenakan dan berdiskusi seputar karakter mereka," jelasnya.

Salah satu adegan favorit McQuoid dalam film adalah momen kamera mengikuti seorang anak kecil Tarkatan melintasi desa untuk memperlihatkan skala wilayah tersebut kepada penonton.

Adegan itu membutuhkan sekitar 17 kali pengambilan gambar menggunakan perangkat Trinity, Steadicam canggih untuk pergerakan kamera dinamis.

Di sisi lain, Karl Urban juga disebut banyak berimprovisasi selama syuting.

"Karl sangat pandai berimprovisasi dan menambahkan dialog seperti, 'Bukan wajahnya,' dan 'Aku mendapatkan Saturnus untuk pertarungan terbaik,'" kata McQuoid.

Film ditutup dengan hubungan unik antara Johnny Cage dan Baraka yang berkembang sepanjang cerita. Menurut McQuoid, chemistry antara Karl Urban dan CJ Bloomfield membuat arah hubungan kedua karakter menjadi semakin kuat.

"Setelah Karl dan CJ mengembangkan hubungan yang baik ini, itu membantu kami untuk berpikir, 'Oke, saya tahu apa yang perlu kita lakukan.' Semuanya berjalan begitu saja," pungkasnya.


(fbr/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO