Sinopsis:
Apakah kamu jenis orang yang bertanya-tanya kenapa ada orang yang mencintai olahraga ekstrim? Apakah kamu jenis yang menikmati liburan dengan tiduran di kasur seharian sambil scrolling medsos?
Apakah kamu orang yang lebih suka makan enak daripada berpetualang? Apex, film thriller petualangan terbaru yang disutradarai oleh Baltasar Kormákur, akan membuatmu semakin betah tiduran di atas kasur.
Sasha (Charlize Theron) masih berkabung atas kematian suaminya ketika ia berpetualang di Wandarra National Park di Australia. Sosoknya jelas membuat banyak orang memperhatikannya: cantik, tidak banyak bicara dan sendirian. Banyak orang yang menatapnya heran ketika mereka tahu Sasha hanya seorang diri.
Tapi Sasha tahu apa yang ia lakukan. Ia tahu kemana ia akan tuju. Ia kira yang mungkin akan mengganggu perjalanannya adalah sekumpulan pemburu yang menggodainya. Yang mengganggu perjalanannya justru datang dari sumber yang sangat ia tidak duga: seorang laki-laki yang awalnya baik terhadapnya. Ben (Taron Egerton) namanya.
Ia memberikan petunjuk yang benar. Yang ternyata ia gunakan untuk kepentingannya sendiri. Ketika Sasha tersadar bahwa Ben berbahaya, Ben sudah siap untuk menerkamnya. Ia memberikan waktu kepada Sasha untuk melarikan diri sebelum ia memburunya. Kucing-kucingan paling berdarah pun dimulai.
Baca juga: Mother Mary: Tebusan Dosa Si Supernova |
Review:
Baltasar Kormákur mungkin bukan nama yang familiar tapi kalau kamu sempat menonton karya-karyanya, kamu akan tahu bahwa dia adalah sutradara yang bisa diandalkan. 2 Guns yang menawarkan duo Denzel Washington dan Mark Wahlberg menawarkan aksi dan komedi yang asyik.
Everest yang menghadirkan banyak aktor Hollywood dari Jake Gyllenhaal sampai Keira Knightley lumayan berhasil untuk membuat orang yang phobia ketinggian semakin meringkuk di kursi bioskop. Dan Apex menunjukkan bahwa ia tahu bagaimana membuat film yang menegangkan; bahkan kalau kamu menontonnya di rumah.
Dari segi plot, skrip yang ditulis oleh Jeremy Robbins memang tidak banyak bermain-main. Semuanya aman saja meskipun koneksi antara rasa duka Sasha dan kegilaan Ben yang mungkin disebabkan oleh mother issues agak kurang nyambung.
Kucing-kucingan antara Sasha dan Ben sudah cukup seru meskipun bisa dibuat lebih gila lagi. Melihat beberapa momen yang rasanya agak repetifif, Apex seharusnya bisa lebih menggila. Tapi bahkan dengan semua kekurangan itu, Apex tetap terasa lebih percaya diri dibandingkan film rilisan streaming yang lain.
Kormákur yang merekam film ini di lokasi betulan membuat Apex terasa megah. Visualnya meyakinkan dan hal ini begitu menolong Apex untuk menjual premisnya. Ketika saya menyaksikan Sasha terombang-ambing oleh arus sungai yang deras, saya benar-benar percaya dan hasilnya saya jadi peduli dengan nasibnya.
Banyak film sejenis menggunakan CGI untuk kemudahan produksi. Beberapa adegan Apex memang masih menggunakan CGI, tapi banyaknya adegan yang menggunakan lokasi asli membuat film ini terasa otentik.
Tapi memang senjata utama Kormákur adalah aktor-aktornya. Apex tidak akan seseru itu tanpa permainan Theron dan Egerton yang solid. Theron sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam mengolah drama. Dari segi aksi, Theron juga sudah menunjukkan bahwa ia adalah bintang action yang bisa menandingi siapa pun.
Egerton sementara itu menunjukkan sisinya yang belum pernah kita saksikan. Dalam film ini, Egerton berubah menjadi sosok yang buas dan tidak bisa diprediksi. Dan kegilaan itulah yang membuat Apex menjadi salah satu tontonan ringan yang layak tonton saat ini.
| Genre | action, thriller |
| Runtime | 95 minutes |
| Release Date | 24 April |
| Production Co. | Chernin Entertainment Ian Bryce Productions Denver and Delilah Productions RVK Studios |
| Director | Baltasar Kormákur |
| Writer | Jeremy Robbins |
| Cast | Charlize Theron as Sasha Taron Egerton as Ben Eric Bana as Tommy Matt Whelan as one of the hunters |
Simak Video "Video Dinar Candy Buka Bisnis Kapal Tongkang-Batu Bara Mandiri"
(ass/ass)