Round Up
Suara Sumbang di Balik Keramaian Film Michael
Sutradara Antoine Fuqua dan produser Graham King dalam pemberitaan THR, mengeluarkan biaya tambahan dalam jumlah fantastis demi menyelesaikan proses syuting ulang yang kontroversial.
Tim produksi harus melakukan syuting ulang selama 22 hari dengan biaya tambahan mencapai USD 15 juta (sekitar Rp 238 miliar) untuk merombak total narasi film terkait tuduhan pelecehan seksual anak yang sempat menjerat sang megabintang.
Sutradara Antoine Fuqua dan produser Graham King berniat menyertakan babak kelam dalam hidup Jackson, termasuk kasus Jordan Chandler pada 1993. Namun, rencana ini terhenti ketika pengacara dari pihak estate (ahli waris) Jackson menyadari adanya batasan hukum.
Menurut sumber internal, sebuah klausul dalam perjanjian damai 1994 dengan keluarga Chandler melarang penggambaran sosok Chandler atau detail kejadian tersebut dalam media film.
Cerita yang tadinya direncanakan mencakup hingga kematian Jackson pada 2009, kini dikabarkan berakhir jauh lebih awal, tepatnya pada puncak tur album Bad di akhir 1980-an.
Pada pekan perdana penayangannya pada 24-26 April 2026, film produksi Lionsgate dan Universal ini meraup pendapatan domestik sebesar USD 97 juta (sekitar Rp 1,5 triliun) di Amerika Utara dan total USD 217 juta (sekitar Rp 3,4 triliun) secara global dilansir dari Variety.
Pencapaian Michael ini menggeser pemegang rekor sebelumnya dalam kategori film biopik. Film ini melampaui pembukaan Oppenheimer karya Christopher Nolan yang meraup USD 174 juta pada 2023 di kancah global. Sementara dalam kategori biopik musik, Michael jauh meninggalkan rekor Straight Outta Compton (USD 60 juta) dan film pemenang Oscar, Bohemian Rhapsody (USD 51 juta).
Kritik Pedas di Tengah Keramaian Michael
Michael tetap menuai krtik. Salah satu yang paling pedas menyuarakan kritiknya adalah Dan Reed, sutradara Leaving Neverland (2019).
Ia menyebut Michael sangat palsu dan cocok jadi tontonan buat mereka yang gak tahu sisi gelap Michael Jackson.
"Bagian awal di mana Michael masih kecil, aku masih suka sih. Tapi ketika kita disuguhkan Jackson dewasa, yang mana dimainkan oleh keponakannya Jaafar, itu ganggu banget sih," katanua dilansir dari Variety.
"Aku pikir dia seorang penari yang bagus, tapi penampilannya kaku banget dan salah satu alasannya itu karena dia gak punya naskah yang bagus," ujarnya.
Reed menegaskan banyak banget yang gak sesuai di film ini dan kurang mengeksplorasi sisi psikologisnya.
"Dia cuma jadi boneka lilin yang menampilkan lagu-lagu jukebox, tapi gak ada sedikit pun yang nampilin hal-hal yang bikin Jackson menarik," kata Reed.
"Dia seperti boneka plastik aseksual dalam film tersebut. Dan tentu saja, masalah hubungannya dengan anak-anak sepenuhnya diputarbalikkan oleh fakta bahwa mereka menggambarkannya sebagai anak yang eksentrik dan kekanak-kanakan, yang kita tahu bukanlah keseluruhan cerita," tukasnya.
(pus/aay)











































