Sinopsis:
Mother Mary bukan untuk semua orang. Bahkan kalau kamu mencintai film-film David Lowery yang lain seperti Pete's Dragon, A Ghost Story atau bahkan The Green Knight, film ini bisa jadi akan membuatmu kesal.
Tapi bagi yang mencintai bahwa sebuah kisah tentang dua orang sahabat mencoba untuk rujuk setelah masalah memisahkan mereka bisa dibungkus dalam sebuah bentuk yang out-of-the-box, Mother Mary mungkin bisa membuatmu terperangah.
Anne Hathaway berperan sebagai Mother Mary, seorang pop superstar yang namanya begitu harum. Bayangkan Lady Gaga dikali Taylor Swift. Seperti itulah Mother Mary.
Tapi Mary di awal film ini tidak seperti diva yang biasa kita kenal. Ia tidak keberatan basah-basahan saat hujan turun deras menyambutnya di pedesaan Inggris. Ia tidak peduli kalau bentuknya sekarang akan menjadi makanan stan account di X kalau misalnya ada yang diam-diam memotretnya. Misinya sekarang adalah bertemu dengan Sam Anselm (Michael Coel).
Konon, Sam dan Mary dulunya adalah sahabat yang erat. Dua orang kreatif ini berhasil menciptakan sosok Mother Mary yang dicintai semua orang. Mary memberikan semua orang lagu-lagu legendaris.
Sam menciptakan visual dengan baju-bajunya yang mempesona. Lalu semuanya berubah. Mary berubah menjadi supernova dan Sam hanya bisa melihat mantan sahabatnya dari jauh. Di bawah panggung, bukan di belakang layar seperti biasanya.
Review:
Premis Mother Mary sebenarnya sangat sederhana. Mary hanya ingin Sam untuk membuatkan gaun baru. Menurut Mary, semua perancang busana yang ada di seluruh dunia tidak bisa memberikan apa yang ingin Mary inginkan.
Hanya Sam yang bisa merealisasikan apa yang Mary inginkan. Mary akan melakukan segalanya, bahkan kalau ia harus memberikan semua darahnya untuk Sam.
David Lowery yang menulis dan menyutradarai Mother Mary menaruh tagline "ini bukan cerita hantu" di trailer dan posternya. Tagline ini mempunyai dua arti. Tidak hanya ini adalah sebuah humor spesifik karena salah satu film Lowery berjudul A Ghost Story.
Tapi tagline tersebut juga mengatakan bahwa meskipun ada plot di film ini yang melibatkan hantu berbentuk kain berwarna merah, terbang dan menghantui kedua karakternya; film ini bukan tentang hantu. Ini adalah film tentang penebusan dosa.
Hubungan antara dua manusia selalu kompleks. Hubungan suami-istri, orang tua-anak bahkan sesama teman; tidak pernah selalu damai. Selalu ada friksi, selalu ada gesekan.
Mother Mary tidak menjelaskan dengan jelas apa yang terjadi dengan hubungan Mary dan Sam tapi perpisahan mereka menimbulkan efek yang dahsyat bagi keduanya. Sam tidak bisa melihat Sam seperti orang yang sama lagi. Sam merasa Mary berubah menjadi sosok yang baru, sosok yang berbeda. Bahkan sekarang Sam sama sekali tidak bisa mendengarkan musik dari Mary.
Berbeda dengan Sam, efek di Mary tidak langsung instan. Ia merasa hidupnya baik-baik saja sampai akhir-akhir ini ia tahu bahwa tidak ada orang yang benar-benar mengerti dirinya. Tim-nya hanyalah sekumpulan yes-people yang akan menyetujui semua idenya.
Tidak ada friksi, tidak ada adu argumen. Dan hal ini justru membuat Mary merasa tidak tertantang. Ia merasa kehilangan jati dirinya dan pada akhirnya, ia memutuskan untuk menyabotase dirinya sendiri. Setidaknya itu salah satu penafsiran yang saya dapatkan saat menyaksikan Mother Mary.
Keindahan dari film ini adalah kamu bisa mengisi apa pun makna dari semua hal yang terasa absurd dalam film ini. Apakah ini kisah tentang seorang sahabat yang mencoba menebus dari kesalahannya? Atau jangan-jangan ini adalah usaha David Lowery untuk berbicara dengan dirinya di masa lalu? David Lowery versi art house vs. David Lowery versi film-film Disney? Semuanya fair dan semuanya bisa diterima.
Tapi satu hal yang pasti: Mother Mary adalah salah satu film paling indah yang akan kamu saksikan tahun ini. Visualnya megah sekaligus menghipnotis. Bahkan ketika film ini bermain-main dengan kegelapan, Mother Mary tidak pernah kehilangan keindahannya.
Ditambah dengan scoring yang menghantui dan lagu-lagu pop yang lumayan sempurna-dibuat oleh Jack Antonoff, Charlie XCX dan FKA Twigs-film ini menjadi salah satu entertainment yang begitu unik tahun ini. Bukan untuk semua orang tapi jelas memberikan kesan yang sangat mendalam bagi saya.
Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.
| Genre | psychological drama-thriller |
| Runtime | 112 minutes |
| Release Date | 17 April |
| Production Co. | Homebird Production augenschein Filmproduktion |
| Director | David Lowery |
| Writer | David Lowery |
| Cast | Anne Hathaway as Mother Mary Michaela Coel as Sam Anselm Hunter Schafer as Hilda |
Simak Video "Video: Iko Uwais Bakal Bintangi Film Action-Thriller Hollywood 'MRI'"
(ass/ass)