Project Hail Mary Resmi Jadi Film Terlaris Amazon MGM Studios
Keberhasilan film yang diadaptasi dari novel best-seller karya Andy Weir ini menandai kemenangan besar bagi strategi teaterikal Amazon setelah akuisisi studio legendaris MGM senilai $8,5 miliar beberapa tahun lalu.
Berdasarkan laporan pendapatan terbaru hingga penutupan pekan terakhir di Maret 2026, Project Hail Mary berhasil mengumpulkan pundi-pundi yang sangat fantastis.
Dengan asumsi kurs Rp15.900 per USD, berikut adalah rincian performa finansialnya:
* Pendapatan Domestik (AS & Kanada): Mencapai $164,3 juta atau setara dengan Rp2,61 Triliun.
* Pendapatan Internasional: Meraup $136,5 juta atau setara dengan Rp2,17 Triliun.
* Total Pendapatan Global: Angka kumulatif saat ini berada di $300,8 juta, yang jika dikonversi menembus angka Rp4,78 Triliun.
Pencapaian ini sangat signifikan mengingat film tersebut baru tayang selama beberapa minggu. Angka Rp4,78 triliun ini secara resmi menggeser posisi Creed III yang sebelumnya memegang rekor sebagai film rilisan Amazon MGM dengan pendapatan kotor tertinggi.
Kesuksesan luar biasa ini tidak datang begitu saja. Ada beberapa faktor kunci yang dianalisis oleh para pengamat industri sebagai pendorong utama seperti performa Ryan Gosling sebagai Ryland Grace-seorang guru sains yang mendadak jadi astronot-mendapat pujian selangit.
Keberhasilannya membawa emosi yang kuat di tengah kesendirian di luar angkasa menjadi daya tarik utama bagi penonton. Duo sutradara Phil Lord dan Christopher Miller (Spider-Man: Into the Spider-Verse) berhasil mengemas teori sains yang rumit dari buku Andy Weir menjadi tontonan yang ringan, penuh humor, namun tetap menegangkan.
Visualisasi karakter alien bernama "Rocky" yang menggunakan teknologi CGI mutakhir disebut-sebut sebagai salah satu desain alien terbaik dalam sejarah sinema modern.
Keberhasilan Project Hail Mary menjadi pembuktian bagi Amazon bahwa film-film orisinal mereka mampu bersaing di bioskop tradisional sebelum akhirnya masuk ke layanan streaming Prime Video.
"Ini bukan sekadar kemenangan bagi studio, tapi kemenangan bagi film fiksi ilmiah orisinal. Penonton menunjukkan bahwa mereka masih mau datang ke bioskop untuk cerita yang cerdas dan ambisius," ungkap seorang analis dari TechCrunch (30/3).
Investasi sebesar $200 juta (sekitar Rp3,18 Triliun) untuk biaya produksi awalnya dianggap berisiko tinggi. Namun, dengan pendapatan global yang sudah mencapai Rp4,78 Triliun dan terus bertambah, film ini diprediksi akan memberikan keuntungan bersih yang sangat besar bagi Amazon.
Dengan kesuksesan ini, rumor mengenai perluasan semesta cerita Andy Weir mulai beredar di Hollywood. Meski novelnya merupakan cerita tunggal (standalone), performa box office yang gemilang ini membuka peluang bagi Amazon MGM untuk terus mengeksplorasi genre sci-fi dengan skala yang sama besarnya di masa depan.
(ass/pus)











































