Sinopsis:
Mary Shelley (Jessie Buckley) adalah penulis asli kisah Frankenstein yang terkenal itu-atau lebih tepatnya monster buatan Dr. Frankenstein. Film ini dibuka dengan sosoknya yang mengatakan bahwa ia meninggal terlalu cepat.
Rupanya arwahnya masih tidak terima karena ia "merasuki" Ida (juga Jessie Buckley), seorang perempuan yang malam itu sedang senang-senang bersama teman-temannya di tempat tongkrongan Lupino (Zlatko Buric), bos mafia yang hobi memotong lidah perempuan.
Aksi Ida yang kerasukan membuat banyak orang di tempat itu terganggu, termasuk Clyde (John Magaro) yang sepertinya menjadi teman kencan Ida malam itu. Aksi Mary Shelley "merasuki" Ida mengakibatkan perempuan itu terlentang tak bernyawa di bawah tangga.
Frankenstein (Christian Bale)-yang dipanggil Frank-menemui Dr. Euphroniopus (Annette Bening) karena dia terlalu kesepian. Sudah terlalu lama ia sendiri. Ia membutuhkan teman, sentuhan, orang yang bisa membuatnya merasakan menjadi manusia, bukannya monster.
Baca juga: Hamnet: Cerita Di Balik Sebuah Masterpiece |
Mereka berdua akhirnya memutuskan menggali kuburan dan menghidupkan kembali siapa pun yang mereka temukan. Tentu saja mayat yang mereka temukan adalah Ida. Begitu Frank menyaksikan perempuan itu meracau, ia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
Review:
Setelah The Lost Daughter yang memang berkesan, Maggie Gyllenhaal "berusaha" menunjukkan bahwa kesuksesan film pertamanya bukan kebetulan. The Bride!-yang ia tulis dan ia sutradarai-adalah jenis film yang dibuat dengan semangat eksperimen dan eksplorasi.
Itu sebabnya mungkin ada Mary Shelley "menghantui" karakternya. Dan itu sebabnya pula, The Bride! terasa seperti sebuah kolase yang agak membingungkan. Setelah Ida menjadi pengantin bagi Frank, saya mengira film ini adalah eksplorasi tentang bagaimana rasanya menjadi manusia, menjadi perempuan.
Saya mengira The Bride! akan menjadi Poor Things-terutama setelah menyaksikan Ida berdansa di lantai dansa. Tapi kemudian kita dipaksa melihat Frank menghabisi dua laki-laki yang melecehkan Ida di lantai dansa dan film ini berubah seperti Natural Born Killers.
Kisah tentang dua anti-hero yang saling jatuh cinta sambil melakukan hal-hal yang buruk sebenarnya bukan ide yang buruk, kalau saja film ini setia dengan apa yang mau dia sampaikan. Masalahnya The Bride! Memiliki begitu banyak cerita, saya sebagai penonton tidak tahu harus fokus ke cerita yang mana.
Baca juga: Scream 7: Ghostface Yang Mulai Basi |
Selain mafia yang tiba-tiba mengejar mereka, Ida dan Frank juga dikejar oleh detektif: Jake Wiles (Peter Sarsgaard) dan asistennya, Myrna Malloy (Penelope Cruz). Jake Wiles konon punya sejarah dengan Ida-hal ini tidak dieksplor dengan jelas.
Selain ini, kita juga perlu membahas soal obsesi Frank dengan Ronnie Reed (Jake Gyllenhaal), bintang film yang karya-karyanya membuat Frank jauh lebih tenang. Semua hal ini dijahit dalam satu kesatuan-jangan lupakan kehadiran Mary Shelley yang kadang-kadang muncul-yang membuat film ini sangat membingungkan.
Sebagai film percintaan yang edgy, film ini sama sekali tidak berhasil membuat saya peduli dengan progress hubungan kedua karakter utamanya. Salah satu plot besar dari hubungan mereka adalah kenyataan Frank tidak memberi tahu Ida bahwa ia mengambilnya dari kuburan secara anonim alias dia tidak mengenalnya.
Hal ini harusnya menjadi pondasi yang menarik tapi The Bride! tidak terlalu tertarik soal ini karena ia keasyikan dengan banyak hal tidak penting lainnya. Sebagai film "horor", film ini sama sekali tidak menyeramkan kecuali kenyataan bahwa Maggie Gyllenhaal "meminjam" banyak elemen visual horor untuk membuat film ini kelihatan menarik.
Sebagai sebuah film kriminal, mitologinya sama sekali tidak jelas. Ada monolog yang diucapkan Detektif Jake ke Myrna soal hubungannya dengan Ida dan koneksinya dengan Lupino tapi semua ini tidak dilanjutkan lebih lama.
Ditambah dengan adegan-adegan yang nyeleneh seperti orang-orang yang ikut tiba-tiba kesurupan dan ikut berdansa, The Bride! akhirnya berakhir sebagai eksperimen yang salah kaprah.
Sebenarnya ada beberapa momen yang sepertinya menunjukkan apa mau sutradaranya ketika membuat film ini. Aksi Ida yang "heroik", konon menginspirasi perempuan lain untuk melakukan hal yang sama. Mereka memakai make-up yag mirip-lengkap dengan lipstik dan coretan hitam di wajah mereka-dan mulai "menghukum" orang-orang jahat.
Sekuens ini mengingatkan saya seperti Joker. Tapi bedanya dengan film itu, The Bride! kemudian kehilangan arah dan tidak pernah kembali ke jalan yang benar.
| Genre | gothic, romance |
| Runtime | 126 minute |
| Release Date | 6 March |
| Production Co. | First Love Films In the Current Company |
| Director | Maggie Gyllenhaal |
| Writer | Maggie Gyllenhaal |
| Cast | Jessie Buckley as Ida "The Bride" / Mary Shelley Christian Bale as Frank Peter Sarsgaard as Detective Jake Wiles Annette Bening as Dr. Cornelia Euphronious Jake Gyllenhaal as Ronnie Reed |
Simak Video "Video Michelle Ziudith Debut Main Film Horor: Kapok!"
(ass/ass)