Daftar Film Gary Iskak Sepanjang Karier
Kabar itu dibenarkan oleh Ajeng, manajer dari sang istri, Richa Novisha.
"Iya (benar) Mas Gary meninggal dunia," ungkap Ajeng kepada detikcom, Sabtu (29/11/2025).
"Nanti ya info selanjutnya," tambahnya saat dimintai detail penyebab kecelakaan.
Kepergian Gary terasa sangat menyesakkan karena sosoknya dikenal hangat, rendah hati, dan masih aktif berkarya hingga beberapa tahun terakhir.
Profil Gary Iskak
Gary Muhammad Iskak lahir di Jakarta, 10 Juli 1973. Berdarah Indonesia-Belanda, Gary tumbuh di lingkungan keluarga besar seniman yang sudah malang melintang di perfilman Indonesia. Tak heran dunia hiburan seolah mengalir begitu natural dalam hidupnya.
Kakeknya adalah Robert Maria Iskak alias Bob Iskak, seniman sekaligus sutradara era kemerdekaan. Gary juga merupakan kakak dari aktor Khiva Iskak dan keponakan dari nama-nama besar dunia seni peran seperti Alice Iskak, Boy Iskak, hingga Indriati Iskak.
Debut filmnya hadir di tahun 2000 lewat Bintang Jatuh, dan sejak itu Gary konsisten hadir sebagai aktor serbabisa. Mulai dari drama romantis, horor, hingga komedi absurd - semua pernah ia jajal.
Saking produktifnya, filmografi Gary terbentang lebih dari dua dekade, dengan belasan hingga puluhan judul sinetron melengkapi karier panjangnya.
Daftar Film Gary Iskak Sepanjang Karier
Berikut adalah rangkuman perjalanan film Gary Iskak berdasarkan daftar lengkap yang tercatat sepanjang kariernya:
Era 2000-2005: Awal Karier & Film Populer
- Bintang Jatuh (2000) - Debutnya sebagai Ayah Shelly
- Tragedi (2001) - Sekaligus merangkap asisten sutradara
- Ada Apa Dengan Cinta? (2002) - Muncul sebagai pelatih
- Mati Penasaran (2002)
- Rumah Ketujuh (2003) sebagai Arman
- 30 Hari Mencari Cinta (2004) dan Ungu Violet (2005) sebagai Riza
2006-2010: Karier Makin Moncer
- Jatuh Cinta Lagi (2006)
- D'Bijis (2007) sebagai Bule
- Pocong 3 (2007) sebagai Bayu
- Krun + Adul (2008), Benci Disko (2009), Heart-Break.com (2009)
- Penganten Sunat (2010), Skandal (2010)
2011-2015: Era Sinetron & Film Laris
- Mama Minta Pulsa (2011)
- Bidadari-Bidadari Surga (2012)
- Kawin Kontrak 3 (2013)
- Mentari dari Kurau (2013)
- Negeri Tanpa Telinga (2014)
- Romeo + Rinjani (2015)
2016-2020: Peran Variatif & Cameo Seru
- Insya Allah Sah (2017) sebagai waria
- Keluarga Tak Kasat Mata (2017)
- Warkop DKI Reborn 3 (2019) sebagai Pendekar Tongkat Bengkok
- Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020) sebagai montir
- Mangga Muda (2020) - juga jadi ko-produser
2021-2025: Tetap Aktif Hingga Akhir
- Ghostbuser: Misteri Desa Penari (2021) sebagai Genjing
- Trah 7 (2021) sebagai Karta
- Marley (2022)
- Pasugihan: Bersekutu dengan Iblis (2023) sebagai Hendri
- Cinta Tak Seindah Drama Korea (2024) sebagai Papa Julian
- Sarung untuk Bapak (2025) sebagai Ustaz Syafei
- Maju Serem, Mundur Horor (2025) sebagai dosen
Warisan Perfilman Indonesia
Bukan hanya film, Gary Iskak juga dikenal lewat puluhan judul sinetron seperti Opera SMU (2001), Cahaya Hati (2017), sampai Kun Anta 2 (2019).
Dengan perjalanan panjang lebih dari 25 tahun, Gary menjadi salah satu aktor yang membuktikan karier di industri hiburan tak harus meledak-ledak, karena konsistensi adalah kunci.
Kini, kepergiannya meninggalkan kekosongan besar, namun juga warisan karya yang akan terus hidup.
Rest in peace, Gary Iskak. Terima kasih sudah mewarnai perjalanan perfilman Indonesia.
(dar/wes)











































