K-Drama
Fix! Ini Jadwal Tayang Drakor The Second Signal
Akhir Oktober lalu, MyDaily memberitakan bahwa The Second Signal mundur penayangannya dari 30 November ke 7 Desember 2026. Saat itu tvN masih menolak memberikan konfirmasi.
Lalu pada Jumat (6/11/2026), pihak stasiun TV akhirnya buka suara. Meresmikan bahwa The Second Signal, season 2 dari Signal, akan tayang perdana pada 7 Desember 2026.
"The Second Signal akan tayang sebagai drama Senin-Selasa tvN mulai 7 Desember 2026. Mempertimbangkan genre drama ini serta pengalaman menontonnya, kami berencana untuk menayangkannya pada waktu yang lebih malam, yakni pukul 22.00 KST," kata tvN dalam keterangan resminya.
"Selain itu, dengan memperhatikan perkembangan alur cerita dan pengalaman menonton secara keseluruhan untuk serial yang terdiri dari delapan episode ini, kami akan menayangkan tiga episode pertama pada minggu penayangan perdana," lanjut mereka.
Itu berarti, pada 7 Desember nanti The Second Signal akan menayangkan episode 1 dan 2 secara back-to-back pada hari yang sama. Lalu pada hari berikutnya, akan ditayangkan episode 3.
The Second Signal akan bergulir sepanjang bulan Desember. Semua episode akan tayang sebelum akhir tahun.
Dalam keterangan yang sama, tvN juga kembali mengungkit permasalahan aktor pemeran utama drakor ini yakni Cho Jin Woong. Sebelumnya, aktor tersebut terseret kontroversi terkait tindakannya di masa lalu.
"Perilaku tidak pantas yang dilakukan oleh salah satu pemeran di masa lalu tentu bukan hal yang bisa kami, selaku jaringan penyiaran, anggap enteng. Akan tetapi, The Second Signal bukanlah karya yang dihasilkan oleh satu orang pemeran saja. Sejak tahap perencanaan awal, proses syuting, hingga pascaproduksi, karya ini merupakan hasil kolaborasi yang melibatkan waktu dan kerja keras dari banyak staf, kru produksi, serta pihak-pihak lain yang turut serta. Kami meyakini penting untuk memisahkan antara penilaian terhadap seorang pemeran, nilai dari karya itu sendiri, serta upaya dari para kreator yang telah berkontribusi di dalamnya.
Sebelum mengambil keputusan ini, kami telah menjajaki berbagai cara secara mendalam untuk meminimalkan kekhawatiran yang ada, sembari tetap menjaga kualitas keseluruhan drama tersebut. Kami sempat mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian menggunakan teknologi video, bahkan melakukan uji coba untuk mengganti karakter tertentu dengan kecerdasan buatan (AI). Namun, kami mendapati bahwa metode-metode tersebut memiliki keterbatasan dalam mereproduksi penampilan akting secara alami serta menjaga alur narasi, sehingga sulit untuk diterapkan.
Kami ingin menegaskan bahwa perilisan drama ini tidak berarti mendukung atau membenarkan permasalahan yang berkaitan dengan individu yang bersangkutan. Meskipun kami menyadari bahwa keputusan ini mungkin tidak sepenuhnya menjawab semua kekhawatiran yang disampaikan oleh penonton, kami juga merasa perlu untuk mempertimbangkan pihak-pihak yang telah lama menantikan drama ini, serta banyak aktor, staf, dan kru produksi yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah dalam peran mereka masing-masing untuk merampungkan karya ini."
(aay/mau)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
