Drama hukum antara HYBE dengan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, masih berlanjut. Kali ini nama mantan wakil presiden ADOR di masa kepemimpinan Min Hee Jin terseret.
Dilansir OSEN via Chosun Biz pada Jumat (30/10/2026), eks mantan wakil presiden ADOR itu dirahasiakan namanya, disebut sebagai A. Dia diduga membocorkan rahasia perusahaan dengan mengakses sistem secara ilegal.
Pada hari ini jaksa mengajukan dakwaan terhadap A atas dugaan tersebut, menuntut denda tanpa sidang terbuka. A diminta membayar sebesar 5 juta Won.
A dijerat dengan undang-undang tentang pemanfaatan jaringan informasi dan komunikasi, serta perlindungan informasi. Selama masa jabatannya di ADOR, dia diduga mengakses secara ilegal data HYBE.
Dia juga diduga mengunduh 51 dokumen keuangan dan akuntansi milik HYBE dan label-label di bawahnya. Hal yang dia lakukan ilegal karena hak aksesnya ke jaringan internal HYBE sudah hilang sejak A pindah ke ADOR.
Menurut artikel OSEN, dokumen-dokumen tersebut memuat rahasia perusahaan termasuk pendapatan artis di 8 wilayah, hingga laporan saldo pembayaran gaji label lain di bawah HYBE. Raksasa K-Pop itu menilai ini sebagai serangan yang disengaja.
A sendiri bukanlah orang sembarangan. Dia mantan akuntan publik bersertifikat yang paham tata kelola perusahaan. Dia juga pernah terlibat dalam proses pencatatan saham HYBE hingga aksi merger dan akuisisi.
Di ADOR, A menjadi eksekutif kunci yang bisa meninjau seluruh informasi keuangan perusahaan. A gabung ke ADOR pada 2024 atas ajakan Min Hee Jin.
Nama A juga muncul dalam sidang sengketa perjanjian pemegang saham antara HYBE dan Min Hee Jin di Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Desember 2025. A pernah dijanjikan 0,3% saham ADOR oleh Min Hee Jin.
Kasus ini masih berkembang karena masih ada di tahap awal. Sementara perseteruan HYBE dan Min Hee Jin masih berlanjut dan belum selesai.
(aay/wes)