K-Movie
Aktor The Assassin(s) Batal Tampil di Festival Film Busan Imbas Kontroversi
Hal ini diumumkan oleh distributor Hive Media Corp pada Jumat (2/10/2026) lewat sebuah pernyataan resmi. Demi keamanan semua yang hadir di lokasi acara, penampilan The Assassin(s) pada 7 Oktober dibatalkan.
Berikut ini pernyataan resmi dari Hive Media Corp:
"Halo, kami dari Hive Media Corp., perusahaan produksi di balik film The Assassin(s)
Setelah mempertimbangkan dengan matang serta mengutamakan keselamatan penonton dan para hadirin, kami memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam Upacara Pembukaan Busan International Film Festival maupun acara sapa penonton di panggung luar ruangan yang dijadwalkan pada tanggal 7 Oktober.
Keputusan ini diambil setelah kami meninjau situasi terkini terkait film tersebut, demi menjamin keselamatan semua pihak dan memastikan acara dapat berjalan dengan lancar. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah menantikan acara-acara ini, serta sangat menghargai pengertian semua pihak."
Sutradara Hur Jin Ho, dan aktor Yoo Hai Jin, Park Hae Il, serta Lee Min Ho tadinya akan datang ke Busan International Film Festival 2026 sebagai bagian dari promosi filmnya. Meski sukses di bioskop dengan jumlah penonton nyaris 2 juta jelang akhir pekan ini, reaksi keras dari berbagai kubu politik datang menyerang The Assassin(s).
Sinopsis The Assassin(s)
Adegan dalam film Korea Assassins (2026). Foto: dok. Hive Media Corp |
Berlatar pada 15 Agustus 1974, saat upacara Hari Pembebasan di Seoul. Seorang pria melepaskan tembakan ketiga Presiden Park Chung Hee berpidato.
Presiden selamat, tetapi Ibu Negara Yuk Young Soo dan seorang gadis muda tewas karena tembakan itu. Pelakunya, Mun Se Gwang, warga Korea di Jepang, langsung ditangkap.
Setelah kejadian itu, detektif Cheol Gu (Yoo Hai Jin), editor surat kabar kota Jae Hwan (Park Hae Il), dan seorang wartawan pendatang baru Young Il (Lee Min Ho), mempertanyakan hasil investigasi resmi dari insiden penembakan itu.
Mereka memperdebatkan soal fakta enam tembakan yang terdengar saat kejadian. Padahal pistol Mun Se Gwang hanya berisi lima peluru. Setiap pertanyaan dibalas tuduhan komunis dan perintah untuk menghentikan investigasi.
Perdebatan soal Film dan Realita
Kubu konservatif bereaksi kelas atas perilisan film The Assassin(s) . Ketua partai oposisi, Jang Dong Hyeok, menyebut cerita film ini absurd dan menyamakannya dengan propaganda Korea Utara.
Dilansir dari Korea Herald, anggota People Power Party (Partai Kekuatan Rakyat) Joo Jin Woo mencap film ini sebagai kejahatan yang melukai keluarga Ibu Negara. Mereka menuntut permintaan maaf resmi dari tim produksi.
Ada juga tuduhan yang menyebutkan bahwa The Assassin(s) memutarbalikkan sejarah. Amarah itu berujung serangan terhadap individual yang terlibat dalam film termasuk aktor Lee Min Ho dan Ryu Hye Young di media sosial mereka.
Hive Media Corp sebagai perusahaan produksi dan distributor film buka suara. Mereka membantah semua yang dituduhkan.
"Film ini merekonstruksi peristiwa tersebut dengan menambahkan imajinasi sinematik pada berbagai catatan yang ditulis pada saat itu. Film ini sama sekali tidak mendefinisikan orang tertentu sebagai dalang di balik insiden tersebut, juga tidak menyajikan hipotesis atau latar dramatisnya sebagai fakta sejarah," kata pihak Hive Media Corp.
(aay/ass)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan

