Polisi Tangkap Eks Manajer Park Na Rae, Diduga Lakukan Pemerasan

Atmi Ahsani Yusron
|
detikPop
Park Na Rae
(Foto: dok. Instagram @wooju1025) Park Na Rae
Jakarta - Mantan manajer komedian Park Na Rae ditangkap polisi. Dia diduga memeras Park Na Rae selama dua tahun terakhir, mengancam akan menyebarkan tuduhan bohong soal si artis.

Penangkapan manajer bermarga Shin itu dilakukan pada Kamis (16/7) pekan lalu. Beritanya dikeluarkan dan dikonfirmasi oleh MBC pada Selasa (21/7/2026).

Dalam laporan disebutkan Shin memeras Park Na Rae dari keuntungan penghasilan agensi pribadinya, NPark, pada tahun 2024. Shin meminta 10% dari profit diberikan kepadanya.

Lebih lanjut lagi, Shin mengancam akan membuat kabar bohong soal Park Na Rae kalau total 10% pendapatan itu gak masuk ke kantongnya. Dia berniat membuat berita palsu bahwa Park Na Rae menggunakan uang perusahaan buat hal-hal pribadi, termasuk dihabiskan buat pacaran.

Saat ini proses hukum terhadap Shin terus berjalan. Di luar tuduhan pengancaman dan pemerasan ini, dia juga diduga melakukan penggelapan uang perusahaan NPark senilai 30 juta Won.

Kasus ini akan dilimpahkan ke kejaksaan. Selain Shin, salah satu eks manager Park Na Rae lainnya juga terseret kasus yang sama.

Park Na Rae saat ini sedang hiatus dari industri hiburan Korea Selatan. Keputusannya itu terkait skandal injection auntie yang sempat heboh tahun lalu.

Isu injection auntie jadi heboh karena mantan manajer Park Na Rae. Sebab dia merasa mendapat tindakan bullying saat bekerja dengan si komedian, dia pun membeberkan praktik ilegal yang dilakukan oleh sosok yang disebut injection auntie tersebut.

Lewat pernyataan mantan manajernya, Park Na Rae diduga punya akses ke banyak layanan perawatan kesehatan termasuk IV drip, tapi ilegal.

Selain IV drip, Injection Auntie juga kabarnya jadi broker operasi plastik di kalangan selebritas. Juga ngasih obat-obatan penahan nafsu makan seperti phentermine.

Sebab masalah ini, Park Na Rae sempat dilaporkan ke Kantor Polisi Seoul Mapo terkait pelanggaran Undang-Undang Pelayanan Medis dan Undang-Undang Pengendalian Narkotika. Kasusnya kemudian diteruskan ke unit narkotika Desember 2025.

(aay/mau)




TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO