Tokyo Ghoul Butuh Remake!

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Tokyo Ghoul
Foto: Istimewa
Jakarta - Debut komikus Sui Ishida jadi manga paling terkenal sepanjang masa. Manga Tokyo Ghoul yang awalnya diterbitkan sebagai one-shot pada tahun 2011 sebelum kembali ke jadwal mingguan.

Gaya cerita dan seni yang memukau, jadi serialnya beda banget ketimbang komik pada umumnya. Serial manga dengan format mingguan ini terbit mulai 8 September 2011 dan sukses bergenre horor psikologis terbaik sepanjang masa.

Berkat popularitas komiknya, Studio Pierrot merilis adaptasi animenya pada tahun 2014. Tahun yang sama, komiknya sudah tamat. Sui Ishida pun comeback dengan sekuelnya, Tokyo Ghoul: re, sebulan setelah tamat.

Sayangnya meskipun manganya dipuji-puji penggemar anime, animenya justru ada kritikan. Gaya seni Sui Ishida masih jadi salah satu terbaik di industri, dikenal karena detail yang rumit, nuansa kelam, dan kasar.

Studio Pierrot dianggap gagal mewujudkannya. Kualitasnya justru payah banget nih genks. Itulah yang jadi masalah pertama bagi penggemarnya.

Musim pertama anime Tokyo Ghoul dipuji karena lagu pembukanya Unravel. Kualitas animasinya justru menurun sejak musim sekuel dan Tokyo Ghoul: re ada beberapa bagian cerita yang diubah.

15 tahun setelah animenya berakhir, penggemar sudah berteriak kalau Tokyo Ghoul layak banget buat di-remake. Gimana menurut detikers?

(tia/mau)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO