Wawancara Eksklusif!
Cerita SHAUN Jadi Self-Producing Artist: Lebih Bebas tapi Rawan Overthinking
Lewat album ini, pemilik nama asli Kim Yun Ho itu pegang kendali semua proses produksi. Mulai dari penulisan melodi, lirik, hingga instrumen yang ingin dia perdengarkan dalam setiap track dalam album ini.
Buat SHAUN, LAST PAGE merupakan album yang krusial banget. Gak cuma sebagai showcase segala bentuk eksperimen musiknya, tapi juga penegasan sebagai seorang self-producing artist.
Self-producing artist merupakan istilah yang awam digunakan di skena K-Pop dan musik Korea Selatan pada umumnya. Merujuk ke satu orang yang mengontrol segala proses penciptaan sebuah lagu dari awal sampai akhir.
Arah kreatifnya lebih bebas tanpa tekanan dari label atau agensi raksasa. Jadi ada banyak keputusan yang diambil secara mandiri, dengan dinamika kebebasan ekspresi yang gak bisa didapatkan kalau bekerja di bawah label besar.
Saat diwawancara detikpop soal ini, SHAUN merefleksikan pilihannya. Menyebut hal ini punya tantangan tersendiri yang mau gak mau harus dia hadapi.
"Keuntungan utamanya yang pasti kebebasan buat mengikuti insting bermusikku. Percaya pada taste yang aku punya, tanpa berusaha untuk memuaskan ekspektasi orang lain," kata cowok yang populer berkat lagu Way Back Home (2018) itu.
Tapi itu kebebasan itu gak muncul secara cuma-cuma. Menurut SHAUN, ada harga yang harus dia bayar buat meraih segala kemandirian tersebut.
Salah satunya adalah kecenderungan memikirkan segala hal secara berlebihan. Kalau udah muncul, ini ngasih tekanan personal yang seringkali melelahkan buat dia.
"Di sisi lain, tantangan terbesarnya adalah aku orangnya cenderung overthinking. Aku memikirkan setiap keputusan sampai hal-hal terkecil. Itu kadang bikin capek," curhat SHAUN.
Lebih dalam lagi soal album LAST PAGE, EP ini ditutup dengan single terbaru yang dirilis belum lama oleh SHAUN berjudul Out of Control. Album LAST PAGE berisi deretan track yang dikeluarkan bersama lagu-lagu rilisan 2025 termasuk Pixels dan Night Walk.
LAST PAGE jadi simbol yang menandai akhir dari era eksperimental SHAUN. Sepanjang beberapa tahun terakhir, dia banyak mengeksplorasi genre dengan berbagai format sonik berbeda, dan album ini adalah kompilasi dari hasil kerja keras itu.
"Ini adalah arsip dari beragam emosi-emosi, isi pikiran, dan eksperimen musik yang terakumulasi sepanjang tahun 2025. Sekarang aku merasa aman membungkus cerita ini, menemukan pijakanku, dan gak sabar untuk memulai langkah selanjutnya," tutup dia.
(aay/mau)











































