Putri Andriani Juficha Meninggal di Hari Ultah, Sosok Wanita Serba Bisa
Kabar duka itu disampaikan melalui akun resmi Miss Grand Indonesia. Hingga kini, penyebab meninggalnya Putri Juficha belum diketahui secara pasti.
"Dengan rasa duka yang mendalam, Organisasi Miss Grand Indonesia menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Putri Andriani Juficha, Runner-Up Miss Grand Indonesia 2025," tulis Miss Grand Indonesia.
Sosok yang akrab disapa Pijey ini lahir di Manado pada 14 Agustus 2000. Ia memiliki latar belakang pendidikan komunikasi dan dikenal menjalani berbagai aktivitas, mulai dari pageant, modeling, hingga musik.
Nama Putri mulai mendapat perhatian luas lewat dunia pageant. Pada 2025, ia berhasil menjadi runner-up Miss Grand Indonesia sekaligus menyandang gelar Miss Earth Indonesia.
Sebagai Miss Earth Indonesia, Putri dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang Miss Earth 2025 di Manila, Filipina. Dua pencapaian tersebut membuat kiprahnya semakin dikenal di dunia pageant Tanah Air.
Namun, dunia pageant bukan satu-satunya panggung bagi Putri. Ia juga memiliki ketertarikan besar terhadap musik dan telah mewujudkan mimpinya menjadi penyanyi sejak 2020.
Putri bahkan pernah merilis lagu berjudul "Mati Saja". Untuk mengembangkan kemampuan vokalnya, ia juga sempat belajar bersama guru vokal Bertha.
Gengs, kemampuan Putri ternyata juga merambah bidang lain. Ia pernah meraih juara ketiga Taekwondo Champion 2016, menjadi Miss Presenting Manado Fashion Week 2016, serta dipercaya sebagai Duta Kain Sulawesi Utara pada 2017.
Berbagai pengalaman tersebut memperlihatkan perjalanan Putri yang cukup beragam. Ia tidak hanya aktif di dunia pageant, tetapi juga mengeksplorasi musik, modeling, olahraga, hingga kegiatan yang berkaitan dengan budaya daerah.
Kepergian Putri tepat di hari ulang tahunnya membuat kabar tersebut terasa semakin menyentuh. Miss Grand Indonesia mengenang Putri sebagai sosok yang membawa keanggunan, kekuatan, dan semangat selama menjadi bagian dari keluarga besar mereka.
"Kamu lebih dari sekadar seorang pemegang gelar. Kamu adalah bagian dari keluarga besar kami, sosok berjiwa indah yang keanggunan, kekuatan, dan semangatnya telah menyentuh begitu banyak hati. Meski perjalananmu bersama kami harus berakhir terlalu cepat, kenangan, kasih sayang, dan cahaya yang kamu bagikan akan selamanya menetap di hati kami. Semoga kamu beristirahat dengan tenang dalam pelukan Sang Pencipta, dan semoga jiwa mu yang indah menemukan kedamaian abadi".
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
