Interview Eksklusif
SHAUN Buka Diri Lewat Musik, dari Way Back Home ke Diary
Way Back Home adalah lagu viral pada zamannya. Popularitas lagu ini merangkak organik setelah video-video penampilan SHAUN di kelab dan festival ramai ditonton di media sosial. Dari repost ke repost berujung Way Back Home nangkring di posisi #1 chart Melon dan diputar di kafe, acara TV, dan jadi track K-Pop terpopuler di era itu.
Gak sulit buat kegaet lagu ini. Melodinya yang sederhana namun catchy dibalut EDM tropical house dengan lirik yang personal. Elemen-elemen ini bikin Way Back Home ikonik. Tapi yang gak kalah penting adalah keberanian SHAUN membuka diri dan menjadi rentan dalam penulisan lirik lagunya yang puitis.
"Udah jadi tugasku sebagai musisi untuk menyampai cerita, kesadaran, dan pengalaman hidupku untuk dirasakan oleh orang lain," kata pria bernama asli Kim Yun Ho itu saat berbincang dengan detikcom baru-baru ini.
Buat SHAUN, menyalurkan perasaan apa adanya dalam musik dan lirik jadi bagian gak terlepaskan dalam kariernya. Itu juga kunci buat dia terhubung dengan pendengar, melampaui batas-batas negara dan bahasa seperti yang berhasil dilakukan Way Back Home.
10 tahun lebih berkarier sebagai penyanyi dan penulis lagu bikin SHAUN gak lagi merasa canggung buat membuka diri lewat karya-karyanya. Malah sekarang udah jadi kebiasaan yang muncul secara naluriah.
"Aku gak sebegitu takutnya buat sharing hal-hal personal dalam musikku, kalau itu bisa beresonansi di hati pendengar. Fakta itu aja udah bikin aku merasa bersyukur karena mereka bisa mengerti apa yang ingin aku sampaikan," lanjutnya.
SHAUN Foto: Dok. Instagram |
Dengan mindset yang sama SHAUN menciptakan Diary, tapi dengan sedikit twist. Cerita personal si musisi tertuang dalam durasi 3 menit 30 detik lagu ini, menyatu dengan sebuah imajinasi yang jadi inspirasi utamanya.
Diary dikemas sebagai lagu dengan band sound yang solid. Liriknya nostalgik, menggambarkan kisah seseorang yang tenggelam dalam kenangan masa lalu, merefleksikan diri di masa kini untuk bersiap menjejak ke masa depan.
"Siapa aja bisa jadi pernah mengalami apa yang aku tulis di lagu ini paling gak sekali seumur hidup," kata SHAUN saat mengupas track terbarunya.
"Pas nulis lagu ini, aku membayangkan seseorang sedang melihat-lihat rak bukunya, nemuin buku harian lama, dan isi buku itu kemudian mempengaruhi hidupnya saat ini," lanjut SHAUN.
Sekali lagi SHAUN menggelitik hati pendengar dengan lirik yang personal. Meski Diary menghadirkan suara gitar elektrik yang dominan dengan beat drum yang cukup keras, lagu ini sebenarnya sentimental banget lo:
"Kenangan tentang cinta pertama,
dan perpisahan pertama.
Tahun yang penuh dengan
keceriaan dan rasa sakit.
Kenapa kala itu
rasanya begitu indah?
Ada begitu banyak hal pertama
dan sesuatu yang baru.
Aku dalam halaman-halaman ini,
dan aku yang sekarang.
Tanpa kusadari,
aku sudah banyak berubah."
Meski demikian, pria kelahiran 1990 itu menggubah Diary dengan vibe yang ada di tengah-tengah antara sedih dan bahagia. Gak mau terlalu berat ke salah satunya.
"Lagunya gak terlalu ceria, gak juga terlalu gelap. Intinya sih di cerita, semua orang paling gak pernah deh ngerasainnya," tutup Shaun.
Dari kutipan lirik di atas sih, semua bisa banget relate ya!
Diary jadi rilisan pertama SHAUN tahun 2026 ini, menyusul dua single yang dikeluarkannya tahun lalu yakni PIxels dan Night Walk. SHAUN rencananya akan mengeluarkan EP dalam waktu dekat.
(aay/ass)












































