K-Drama
Perfect Crown Udah Tamat, Kontroversi Terus Dibahas
Penonton mempermasalahkan detail adegan dalam episode 11 yang tayang 15 Mei. Spesifik ke dialog dan kostum dalam upacara naik takhta Pangeran Agung Ian (Byeon Woo Seok). Banyak yang kemudian ngasih cap drakor Perfect Crown melakukan distorsi sejarah.
Berikut ini detail yang disebut distorsi sejarah dalam drama Korea Perfect Crown, dilansir dari Korea JoongAng Daily:
Pertama, mahkota yang digunakan oleh Ian saat naik takhta. Setelah proklamasi Kekaisaran Korea tahun 1897 oleh Raja Gojong, yang menegaskan status Korea sebagai negara berdaulat, mahkota yang digunakan seharusnya punya 12 rumbai.
Tapi tim produksi Perfect Crown menggunakan properti mahkota 9 rumbai. Dalam konteks sejarah, mahkota 9 rumbai ini menandakan sebuah kerajaan/negara masih dalam kekuasaan kekaisaran lain yang lebih besar (dalam hal ini Tiongkok).
Kedua, masih dalam adegan taik takhta dan terkait poin pertama, dialog yang digunakan juga jadi masalah. Tim produksi menggunakan dialog 'Cheonse!' (berarti 'Hidup panjang seribu tahun!') yang digunakan saat penguasa naik di bawah kekaisaran naik takhta.
Seharusnya, kalau dalam konteks cerita Korea sudah berdaulat, dialog yang digunakan adalah 'Manse!' (berarti 'sepuluh ribu tahun!').
Ketiga, adegan dari episode terdahulu yang berujung dibahas lagi setelah kontroversi episode 11 mencuat. Yakni ketika Seong Hui Ju (IU) menuangkan air ke dalam wadah penampung, yang disebut meniru etiket minum teh Tiongkok.
Detail-detail ini dianggap distorsi serius terhadap sejarah Korea, oleh penonton Negeri Ginseng. Udah masuk ke ranah sensitif banget.
Dalam sejarahnya, Goryeo (918-1392) dan Joseon (1392-1910) mempertahankan hubungan upeti dengan dinasti kekaisaran Tiongkok. Menyerahnya Raja Injo (1595-1649) kepada Kaisar Qing pada tahun 1936 dianggap sebagai penghinaan nasional. Hal ini diajarkan dalam buku teks sejarah Korea Selatan.
So, menampilkan adegan yang menggunakan kostum periode yang dianggap hina ini sangat menyinggung dan gak sensitif pada sejarah Korea sendiri. Seolah menodai deklarasi kedaulatan Korea oleh Raja Gojong pada 1897.
MBC sudah mengeluarkan pernyataan pada akhir pekan lalu, mereka akan menghapus adegan kontroversial di Perfect Crown. Tapi itu gak meredam kontroversi Perfect Crown.
Pop up store Perfect Crown di The Hyundai Seoul, Distrik Yeongdeungpo, terpaksa ditutup hari ini Senin (25/5/2026). Penutupan dilakukan tiga hari lebih cepat dari jadwal awal.
Penjualan merchandise juga resmi dihentikan per Sabtu (23/5). Penyelenggara pop up store mengumumkan kepada pemegang tiket, jadwal dan format diubah karena alasan operasional di lokasi.
Penyelenggara gak secara langsung menyebutkan penutupan mendadak karena kontroversi.
(aay/pus)











































