×
Ad

K-Drama

Perfect Crown Dikritik-Terseret Kontroversi, Sutradara Buka Suara

Atmi Ahsani Yusron - detikPop
Rabu, 20 Mei 2026 14:15 WIB
Foto: Dok. MBC Drama Instagram
Jakarta -

Episode terbaru drama Korea Perfect Crown jadi perbincangan di kalangan netizen Negeri Ginseng. Ada adegan dalam drakor ini disebut gak akurat, sehingga menimbulkan kontroversi.

Ada beberapa hal yang disoroti penonton. Pertama ketika Ian dinobatkan sebagai Raja. Dalam upacara naik takhta, sutradara memilih pakai dialog 'Cheonse' bukan 'Manse'.

Kalau kamu nonton drakor sageuk lain, mungkin sudah akrab dengan teriakan 'Manse' buat ngasih dukungan ke Raja. Meski artinya sama-sama harapan buat sejahtera selama berkuasa dalam waktu yang lama, tapi konteks dua kata tersebut beda.

'Cheonse' berarti seribu tahun, digunakan oleh kerajaan yang ada di bawah kekuasaan raja lain (dalam hal ini Tiongkok).

'Manse' berarti 10 ribu tahun, digunakan sebagai simbol kerajaan atau negara yang merdeka.

Hal yang disoroti kedua adalah kostum Ian. Saat upacara naik takhta, penonton menemukan detail yang konsisten mengisyaratkan kerajaan dalam Perfect Crown adalah bagian dari Tiongkok, bukan kerajaan atau negara yang merdeka dan independen.

Ian mengenakan guryumyeonryugwan (mahkota yang digunakan kerajaan bagian kedinastian Tiongkok) alih-alih shipimyeonryugwan (mahkota yang dipakai buat kerajaan dari negara yang independen).

Soal ini sutradara Park Joon Hwa buka suara. Dalam sebuah wawancara dengan Korea JoongAng Daily, dia memberikan penjelasan mengenai depiksi fiksi monarki Korea Selatan di Perfect Crown.

"Menurut saya, yang ingin disampaikan penulis kami adalah, jika masa lalu bangsa kita menyakitkan, termasuk Perang Korea dan periode penjajahan Jepang, tidak terjadi, bukankah kita bisa mencapai gambaran yang lebih bahagia dan indah?" katanya dilansir Rabu (20/5/2026).

"Cerita ini berawal dari fantasi itu. Jadi, konsultasi kami, referensi yang kami gunakan, semuanya disesuaikan dengan istana kerajaan Joseon," katanya. Dinasti Joseon di Korea Selatan berkuasa mulai 1392 hingga 1910.

Lebih lanjut, dia mengaku bertanggung jawab atas kesalahan yang ditampilkan di layar. Sehingga dalam wawancara untuk memberikan klarifikasi, dia pasang badan tanpa ditemani tim penulis skenario.

Park Joon Hwa juga menegaskan kesalahan bukan disengaja. Tetapi hasil dari imajinasi dan fantasi kelanjutan era Joseon antara tim produksi.

Meski demikian, ada bagian-bagian yang seharusnya jadi pertimbangannya saat penggarapan cerita. Itu yang menurut dia gagal dilakukan sehingga hasil akhir yang tayang berujung kontroversi.

"Kalau ada yang bertanya pada konsultan sejarah soal naik takhta pada era itu, mereka akan mendeskripsikan hal yang sama (seperti yang sudah disajikan dalam drama)," lanjut dia.

"Saya rasa saya memiliki semacam obsesi. Ketika saya diberi tahu bahwa begitulah cara yang dilakukan pada periode itu, saya merasa terkekang. Tetapi masalahnya, dalam sejarah kita yang sebenarnya, ada Kekaisaran Korea. Dalam drama fantasi ini, kami telah menghilangkan periode-periode yang menyakitkan, era kolonial, tetapi seharusnya saya mengangkat hal itu dan merefleksikannya dalam cara saya menggambarkan berbagai hal. Dan saya tidak melakukannya, dan itu adalah kesalahan saya," tutup dia.

Sebelum klarifikasi ini, tim produksi Perfect Crown sudah mengutarakan permintaan maaf. Diikuti oleh pemintaan maaf dari IU dan Byeon Woo Seok, dua pemeran utama drakor yang tayang juga di Disney+ itu.




(aay/mau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork