EXO-L Waspada! Penipu WTS Tiket Konser EXO Mulai Beraksi
EXO-L turun tangan bareng-bareng mendata akun-akun media sosial terduga pelaku scam secara detail. Membagikan informasi nama terduga penipu, nomor rekening, nomor ponsel yang digunakan, hingga platform media sosial tempat mereka melakukan aksinya.
Data akun terduga pelaku scam tiket konser EXO PLANET #6 - EXhOrizon in JAKARTA ini bisa diakses secara bebas. Ada lebih dari 50 nama akun yang disertakan dalam Google Sheet ini saat diakses detikpop pada Minggu (19/4/2026).
Dear EXO-L, kamu diimbau untuk tidak melakukan transaksi apa pun dari calo tiket ya! Gak engage dengan apa pun yang ditawarkan oleh calo dan reseller akan menyelamatkan kamu dari potensi penipuan.
Ditambah lagi, kalau kamu melakukan transaksi dengan sadar kemudian kena tipu, itu bisa melakukan perlindungan hukum kamu sebagai konsumen. Hal ini dijelaskan oleh Fitrah Bukhari, Ketua Komisi Advokasi BPKN RI (Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia), saat dihubungi detikpop.
"Konsumen harus menyadari bahwa membeli dari pihak ketiga (reseller atau calo, bukan loket penjualan tiket resmi) sama saja menghilangkan perlindungan hukum mereka. JIka tertipu, posisi tawar konsumen sangat lemah karena transaksi terjadi di luar sistem yang terlindungi," tegas Fitrah.
Persoalan calo ini, menurut Fitrah, melampaui masalah jual-beli. Munculnya calo dan reseller dalam setiap konser K-Pop, termasuk yang high demand kayak EXO PLANET #6 - EXhOrizon in JAKARTA, karena mereka merasa masih punya konsumen.
Meaning, fans sebagai konsumen berperan besar dan penting dalam menghapus eksistensi calo dan reseller ini. Dengan begitu potensi kerugian akibat scam/penipuan juga akan bisa dihilangkan.
"BPKN memandang percaloan (tiket konser) ini bukan sadar masalah jual-beli, tapi masuk ranah ketidakadilan akses. Calo eksis karena adanya ketidakseimbangan antara jumlah tiket (yang dijual) dan jumlah fans, yang diperparah FOMO. Calo akan hilang jika tidak ada pembeli. Selama masih ada pembeli, dan memberikan pembenaran atas harga selangit, mereka akan tetap subur," lanjut Fitrah Bukhari lagi.
Dalam daftar terduga penipu yang dibuat EXO-L, ada beberapa akun melabeli diri mereka sebagai 'jastip'. BPKN RI menjelaskan, jastip seperti ini meski dijalankan oleh perorangan tetap terikat UU No. 9 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.
Selama mereka memungut bayaran dan mencari keuntungan dari jasa tersebut, status mereka adalah Pelaku Usaha. Jastip punya kewajiban yang sama dengan perusahaan besar dalam memberikan informasi yang jujur dan bertanggung jawab atas layanan mereka.
Tapi sebaiknya pikir dua kali deh buat melakukan transaksi dengan akun-akun WTS random di Twitter, entah calo atau jastip. Kalau gak berhenti sekarang, ekosistem konser Indonesia di masa depan masih akan terus diwarnai rasa tidak aman oleh oknum-oknum ini karena pattern dan loop-nya akan terus berulang.
Google Sheet terduga scammer konser EXO PLANET #6 - EXhOrizon in JAKARTA bisa diakses di sini.
(aay/ass)











































