×
Ad

UWRF 2026 Resmi Dibuka, Cek Line-Up Penulis Pro-Palestina dan Aktivis HAM!

Tia Agnes Astuti - detikPop
Kamis, 22 Okt 2026 18:26 WIB
Foto: Dok.UWRF
Jakarta -

Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) resmi dibuka pekan ini. Ajang tahunan yang menghadirkan ragam cerita soal manusia dan kehidupan, didaulat sebagai festival sastra terbesar dan berpengaruh di Asia Tenggara.

Dibuka tadi malam, UWRF digelar hingga 25 Oktober mendatang. Lebih dari 150 penulis, pemikir, jurnalis, dan penyair terkemuka asal Indonesia berkumpul dalam 100 sesi percakapan dan diskusi panel.

Mengusung tema Samarasā: Awareness. Empathy. Action, di antara ratusan line-up ada para penulis dan aktivis HAM pro-Palestina yang hadir meramaikan. Ada novelis asal Palestina Adania Shibli dalam percakapan yang mempertanyakan kekuatan yang menentukan posisi dan peran kita dalam masyarakat. Adania Shibli bakal satu forum dengan pemenang Man Booker Prize 2006, Kirain Desai dalam Literature: A Mirror to the World.

Dalam sesi yang berjudul Defying Silence Together, jurnalis investigasi Dandhy Laksono akan berbincang dengan novelis Randa Abdel-Fattah, yang batal tampil di Adelaide Writers' Week dan kemudian mendapat dukungan dari sejumlah peserta yang memilih menarik diri dari festival tersebut.

Dua sesi lainnya, Forbidden Stories: Banned Media and Magazines bersama aktivis hak asasi manusia Todung Mulya Lubis, dan sesi The Violence of Culture bersama Michael Shaikh dan Yirga Gelaw Woldeyes, akan membahas lebih jauh tentang risiko dan tantangan yang dihadapi mereka yang memilih untuk bersuara.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Tari Lang. Dia akan membagikan kisah dalam memoarnya, My Neighbour, The Dictator, yang menceritakan tentang kehidupannya sebagai gadis berusia 14 tahun pada 1965, ketika kudeta Jenderal Soeharto membuat kedua orang tuanya dipenjara tanpa peradilan.

Pengalaman itu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Tari dan turut membentuk dirinya hingga hari ini. Ia juga akan berbagi tentang bagaimana sejarah tersebut terus memengaruhi kehidupan dan cara pandangnya.

Sorotan lainnya ada, Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina yang hadir dalam tiga sesi. Tanpa potongan, tanpa suntingan, dan cuma percakapan utuh yang disiarkan langsung ke seluruh dunia.

Pendiri UWRF, Janet De Neefe, mengatakan festival ini membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi para penulis dan pembaca.

"Festival ini sangat penting untuk menyatukan banyak orang dalam sebuah diskusi. Silakan berdiskusi tentang apapun, setuju maupun tidak," kata Pendiri Ubud Writers and Readers Festival Janet De Neefe saat acara seremonial pembukaan di Puri Agung Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (21/10/2026), seperti dilansir dari detikBali.



Simak Video "Video: Buku Move Forward, Bukan Move On: Rahasia Otak Sembuhkan Luka"

(tia/aay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork