Buku Langka Harry Potter Akan Dijual di Jakarta, Angkanya Bikin Melongo!

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Jumpa pers BBW Books 2026 dan Goldsboro Books
Foto: Tia Agnes/ detikcom
Jakarta - Gengs, kalau kamu Potterhead sepertinya wajib banget menuju Big Bad Wolf (BBW) Books yang digelar 28 Oktober 2026. Bukan sembarangan bazar nih, karena di dalamnya bakal dijual buku langka koleksi dari Goldsboro Books asal London, Inggris.

Co-Founder dan Managing Director Goldsboro Books, David Headley, cerita salah satu judul buku langka yang bakal dijualnya nanti adalah edisi pertama Harry Potter, loh.

"Buku Harry Potter bertanda tangan JK Rowling ini saya beli seharga 12,99 Poundsterling (atau sekitar Rp 250 ribu) saat itu, tapi sekarang angkanya mencapai sekitar 12.000 USD (sekitar Rp 180-Rp 200 juta)," terangnya saat ditemui awak media di kawasan Kuningan, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/10/2026).

Gak cuma itu saja, David ngaku punya edisi pertama dari Danny, The Champion of the World karya Roald Dahl yang dicarinya selama bertahun-tahun dengan biaya yang gak sedikit.

"Ada buku anak-anak tertentu yang masih diburu sampai sekarang tapi belum mampu dibeli karena harganya sangat mahal di pasaran edisi pertama," ucap David.

Bahkan ia ngaku punya tim sendiri yang disebutnya sebagai 'pemburu buru' yang tugasnya untuk keliling dunia dan mencari edisi langka untuk tokonya di London tersebut. Apakah David bakal buka toko offline di Indonesia?

Sembari tersenyum, ia bilang sudah merencanakan hal tersebut namun masih tes pasar untuk menjual buku-buku langkanya di BBW Books tahun ini.

"We'll see ya. Saya dan Andrew sudah sempat membahasnya tapi satu per satu, kami jalani dan tes segmentasi pasar di sini," ucap David.

Selain itu, Goldsboro Books juga menjual edisi pertama Taipei Story karya RF Kuang, Sweetest Fiend karya Raven Kennedy, Adam & Eve ciptaan Jeffrey Archer yang jadi warisan terakhirnya sebelum meninggal, sampai King Zero seri The James Bond karya Charlie Higsun.

"Jika kamu sudah membaca satu buku dan terkesan dengannya, buku versi apapun tetap bermakna. Tapi bagi saya pribadi, saya ingin mengoleksi wujud pertama dari kisah tersebut saat pertama kali dicetak dalam jumlah yang sangat terbatas, kasih koneksi personal secara langsung. Edisi pertama jadi cetakan paling dekat dengan manuskrip asli sang penulis," tukasnya.



(tia/pus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO