Ita Sembiring Luncurkan Buku #HaHa, Catatan Harian Usai Resign

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Ita Sembiring
Foto: Dok.Vox Populi Publist
Jakarta - Terkadang menertawakan apa yang terjadi di dalam hidup lalu jadikan status di media sosial jadi hal yang lumrah di masa sekarang. Ita Sembiring pun melakukan hal yang sama dan kini terbit dalam sebuah buku berjudul #HaHa Leadership.

Bukan sembarang buku yang ditulis oleh Ita. Puluhan tahun berkecimpung di dunia tulis-menulis, perempuan yang kini domisili di Jakarta itu mengatakan buku #HaHa berisi humor dan kisah yang dekat dengan kehidupan kerja. Bukunya juga sebagai ajakan untuk melakukan sesuatu yang sering gak mudah dilakukan seorang pemimpin: bercermin pada dirinya sendiri sembari tertawa.

"Setiap humor punya ruang interpretasi dan lewat komedi pula kita mampu memulai bahkan membangun percakapan sekalipun topiknya gak mudah," katanya saat launching di Hotel Aryaduta Menteng, Jumat (18/9/2026).

Buku #HaHa yang merupakan karya ke-26 ditulis Ita selama 111 jam atau kurang dari seminggu. Ia menulisnya di tengah-tengah jeda aktivitas mengantar anaknya menuju bangku kuliah. Tapi di balik fakta itu, Ita cerita kalau bukunya ditulis setelah resign dan puluhan tahun kerja kantoran.

Sembari tertawa, Ita cerita pada 30 Juli lalu baru saja mengundurkan diri. "Saya mencurahkan apa yang saya rasakan dan benar-benar fresh. Buku ini seperti my life journey, yang buat saya sesuatu ringan banget untuk diceritakan. Kayak catatan harian saya. Saya ingin berbagi apa yang saya rasakan, saya gak mau bicara soal ketidakadilan di negeri ini. Gak akan dapat adil yang seadilnya, mending nulis buku," katanya.

Lewat karya yang datang dari keresahan personal ini, Ita ingin mengajak pembaca agar tahu bagaimana menghadapi pemimpin di tempat kerja masing-masing.

"Kalau ditanya apa pernah ketemu dengan pemimpin dalam buku ini? Ada karakter pemimpin pas kita lihat kayak kagum, sebagus itu memimpin. Ada juga pas kita dengerin ngomong, wah ngaco nih orang. Sebetulnya saya kalau lagi gelisah suka bikin story. Lalu muncullah hastag #HaHa yang sekarang dijadikan judul buku," ungkap Ita.

Sebelumnya, Ita pernah menerbitkan novel Unfinished Love Story sekitar dua tahun lalu. Kemudian, ia berhenti gak menulis karya fiksi maupun non-fiksi. Baginya, panggilan untuk menulis sudah meronta-ronta sampai harus menyelesaikan buku dalam waktu singkat.

"Karena bagi saya, menulis itu terapi jiwa. Saya itu dulu berhenti menulis karena bekerja. 2 tahun lalu sempat bikin novel, lalu berhenti lama. Ini buku ke-26, yang cepet banget ngetiknya. Karena lagi marah dan emosi tapi gak marahin orang ya," katanya.

"Lewat buku #HaHa saya berharap bisa menginspirasi yang baca, daripada ngomel-ngomel sendiri. Medsos dijadikan teman baik, melepaskan keresahan dalam sebuah karya dan itu menguntungkan," tukasnya.



(tia/tia)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO