6 Anime Perlawanan pada Sistem yang Menindas

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
8 Double Spread Manga One Piece
Foto: Istimewa
Jakarta - Di antara deretan anime shonen dan seinen, ada sejumlah judul yang erat banget sama tema perlawanan. Alur cerita dan karakter yang ingin melawan terhadap sistem pemerintah maupun rezim yang menindas.

Berikut 6 anime tersebut, di antaranya:

1. Code Geass

Setelah Jepang ditaklukkan oleh Kekaisaran Britannia, wilayah tersebut diubah menjadi Area 11 dan penduduknya kehilangan banyak hak. Lelouch, seorang pangeran Britannia yang menyimpan dendam, mendapatkan kekuatan Geass yang memungkinkan dirinya mengendalikan orang lain. Ia kemudian memakai kekuatan tersebut untuk memimpin pemberontakan melawan Britannia dengan identitas Zero.

2. Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans

Sekelompok anak yatim yang bekerja sebagai tentara bayaran di Mars terjebak dalam konflik politik antara koloni dan kekuatan yang berkuasa. Setelah sebuah misi penting, mereka mendirikan organisasi sendiri dan perlahan terlibat dalam perjuangan melawan struktur kekuasaan yang mengeksploitasi mereka.

3. Psycho-Pass

Dalam masyarakat masa depan, pemerintah menggunakan sistem Sibyl untuk mengukur kondisi mental dan potensi seseorang melakukan kejahatan. Mereka yang dianggap berbahaya dapat ditangkap bahkan sebelum melakukan kejahatan. Akane Tsunemori mulai mempertanyakan apakah sistem yang mengklaim menciptakan ketertiban benar-benar adil.

4. Attack on Titan

Dunia yang awalnya tampak sederhana-manusia bertahan hidup di balik tembok dari ancaman Titan-perlahan berubah menjadi konflik politik dan perjuangan melawan kekuasaan. Eren dan kelompoknya akhirnya berhadapan dengan pemerintah, propaganda, serta rahasia besar mengenai sejarah dunia mereka.

5. One Piece

Dalam cerita One Piece, perlawanan yang dimaksud adalah perjuangan melawan penindasan, ketidakadilan, dan kesewenang-wenangan Pemerintah Dunia (World Government) serta para penguasa korup.

Kelompok bajak laut Topi Jerami (dipimpin oleh Luffy) sering kali membebaskan pulau-pulau yang ditindas oleh raja yang jahat, marinir yang korup, atau Pemerintah Dunia. Mereka berjuang bersama dalam semangat persaudaran dan kesetaraan.

6. 86 Eighty-Six

Republik San Magnolia mengklaim bahwa mereka bertempur menggunakan drone tanpa awak. Kenyataannya, drone tersebut dikendalikan oleh kelompok yang disebut Eighty-Six, orang-orang yang diperlakukan sebagai warga kelas bawah dan dipaksa bertempur di garis depan. Di tengah perang, mereka mulai mempertanyakan sistem yang menjadikan mereka korban.



(tia/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO