Deretan Lagu Perlawanan dari Musisi Lokal Ini Kian Menggema di Udara
Di dunia, ada banyak banget anthem protes yang lahir buat jadi penyambung lidah rakyat tertindas. So, deretan lagu-lagu musisi lokal ini selalu mengudara di mana-mana.
1. Robot Bernyawa - Swami (1991)
Iwan Fals, Sawung Jabo, Jockie S., dan kawan-kawan bikin kritik tajam soal rakyat yang diperlakukan layaknya mesin: hidup tapi tanpa suara. Lagu ini jadi simbol perlawanan pekerja di era itu.
2. Tante Sun - Bimbo (1977)
Dengan lirik satir soal gaya hidup istri pejabat, lagu ini langsung dicekal pemerintah. Padahal, di balik musiknya yang santai, protesnya nyelekit banget.
3. Dimana Merdeka - Kelompok Penerbang Roket
Menggugat kemerdekaan sejati rakyat: "Dimana mereka, mereka yang beda. Apa masih ada, yang merdeka?" Jadi refleksi pahit tentang keadilan sosial di Indonesia.
4. Gugatan Rakyat Semesta - .Feast
Menggunakan kisah fiksi tokoh bernama Ali untuk menggambarkan perlawanan rakyat. Bagi Baskara dan kawan-kawan, musik adalah medium politik yang bisa bicara keras tapi tetap puitis.
5. Mosi Tidak Percaya - Efek Rumah Kaca
Jadi anthem wajib tiap demo. Refrain-nya lantang: "Jelas kalau kami marah. Kamu dipercaya susah. Pantas kalau kami resah. Sebab argumenmu payah."
6. Budak - Laze
Rap tajam Laze menyorot kondisi pekerja di Indonesia yang masih aja "dibudakkan" oleh kebijakan yang nggak berpihak.
7. Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan) - Seringai
Lagu klasik yang gak pernah basi. Baitnya yang meledak-ledak masih relevan buat kritik pemerintah kapanpun: "Mereka bermain Tuhan, merasa benar, menjajah nalar."
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
