Pelukis Ternama Inggris David Hockney Meninggal Dunia

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 26: Artist David Hockney poses in front of The Queens Window, a new stained glass window at Westminster Abbey he designed and which was created by Barley Studio York, as it is revealed for the first time on September 26, 2018 in London, England. The window - the artists first work in stained glass - reflects the Queens love for and connection with the countryside.  (Photo by Victoria Jones - WPA Pool/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta - Dunia seni internasional berduka. Pelukis kenamaan Inggris, David Hockney, meninggal dunia di kediaman pribadinya di London pada Kamis malam (11/6) waktu setempat.

Kabar ini dibagikan oleh humas David Hockney, Erica Bolton dalam sebuah pernyataan kepada media. "Ia meninggal dunia dengan tenang di rumahnya di London, sebulan sebelum ulang tahun yang ke-89," ucapnya, dilansir dari berbagai sumber.

Kabar kepergiannya memicu kejutan global dan penyebabnya masih belum diketahui. Kematian David Hockney jadi kabar duka seniman yang paling berpengaruh sejak kepergian Andy Warhol pada tahun 1987.

Seperti diketahui David Hockney menderita stroke sejak tahun 2012. Tapi pria yang dianggap banyak orang sebagai pelukis terhebat di dunia, tetap teguh pada pendiriannya dan masih berkarya.

Ia dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam seni kontemporer di abad ke-20 dan 21. David Hockney pertama kali jadi pengakuan penting dalam gerakan pop art di tahun 1960-an.

Lahir di Bradford pada tahun 1937, David Hockney adalah anak keempat dari lima bersaudara. Saat kecil, tempat favoritnya adalah duduk di depan di lantai atas bus tingkat. Dari sana, ia memiliki pemandangan terbaik kota dan lanskapnya.

Ia kerap memotret segala sesuatu di sekitarnya, mengabadikan adegan kehidupan sehari-hari, sketsa karya teman-temannya, rumah, orang yang lewat, dan semua hal yang menarik minatnya.

Hockney juga menghabiskan beberapa dekade menjelajahi alat-alat digital untuk karyanya. Ia bekerja dengan mesin faks dan mesin fotokopi berwarna, menggunakan iPhone-nya sebagai buku sketsa, dan bahkan melukis langsung di iPad-nya.

Pada tahun 2018, seniman ini menciptakan jendela kaca patri untuk Westminster Abbey, mendesainnya di iPad-nya. Ia sering duduk dengan perangkat tersebut di aula gereja, terinspirasi oleh permainan cahaya.

Pada tahun 2022, ia menciptakan potret penyanyi Harry Styles di perangkat tersebut, dan pada saat itu mengatakan bahwa hal itu sangat menantang karena ia lebih suka menggambarkan teman-temannya.

Seniman ini menciptakan sekitar 2.000 lukisan, dan ribuan foto serta sketsa. Ia sering menggunakan sketsa tersebut sebagai studi untuk lukisan yang lebih besar. Pelukis Inggris ini juga mendapatkan ketenaran di AS, tempat ia tinggal sejak tahun 1960-an hingga ia pindah kembali ke dekat kota kelahirannya di Inggris pada tahun 2000.


(tia/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO