Teater Koma Siap Pentaskan Lakon Rumah Sakit Jiwa Versi Terkini

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Teater Koma Pentaskan Lakon Rumah Sakit Jiwa
Foto: Bakti Budaya Djarum Foundation
Jakarta - Teater Koma siap mementaskan ulang naskah lama dari 35 tahun lalu, Rumah Sakit Jiwa, di Graha Bhakti Budaya pada 30 Juli sampai 2 Agustus 2026. Bukan sembarang naskah, naskahnya belum pernah dipentaskan lagi sejak lama.

Jika di tahun 1991, naskah yang ditulis Nano Riantiarno disutradarainya namun kali ini estafet bergeser ke putranya, Rangga Riantiarno. Di antara 115 orang yang terlibat, cuma 6 orang yang kembali main dalam Rumah Sakit Jiwa versi terkini.

Sutradara Rangga Riantiarno mengatakan titik awal rencana menggelar pementasan ulang karena setelah pendataan, naskah RSJ belum pernah dipentaskan sama sekali.

"Ketika cari-cari naskah, tiba-tiba ada mahasiswa IKJ yang minta izin buat mementaskan ulang RSJ buat ujian akhirnya di akhir tahun lalu. Lalu tiba-tiba mengendap saja berikutnya, tapi kan kita selalu mendata nih, apa yang sudah pernah atau belum pernah dipentaskan," kata Rangga usia media preview di Graha Bhakti Budaya, Rabu malam (29/7).

Menurut Rangga, isu yang ada di dalam naskah dengan kondisi dunia di masa kini sangat kontekstual sampai sekarang.

"Kondisi yang secara internasional mau ngubah sistem tapi gak pernah diizinkan oleh sistem lama yang ingin jalan terus. Mau bikin AI menguras sumber daya alam, dan tetap dipakai. Orang yang bilang salah dan benar, gak didengerin juga. Makin lama secara global berubah jadi Rumah Sakit Jiwa," ungkapnya.

Teater Koma Pentaskan Lakon Rumah Sakit JiwaTeater Koma Pentaskan Lakon Rumah Sakit Jiwa Foto: Bakti Budaya Djarum Foundation

Naskah Rumah Sakit Jiwa, diakui Rangga, punya sejarah penting dalam perjalanan Teater Koma. Naskah ini lahir setelah kelompok teater itu mengalami sejumlah pencekalan pementasan di akhir 1980-an sampai awal 1990-an. Dari diskusi tersebut, naskah RSJ jadi kontekstual karena bicara soal manusia, kekuasaan, dan harapan dalam perubahan.

"Kami membuat dokter yang gak kayak dokter, pasien juga. Kalau lihat pemain perempuan jalan tuh kayak lonceng ya, berat gitu. Tangan bebas tapi mereka terpenjara dalam kondisi yang ancur-ancuran, jadi memang lebih ke simbolisme jiwa yang terpenjara sih," tegas Rangga.

Perancang busana Samuel Wattimena bersama Rima Ananda merancang kostum yang gak cuma merepresentasikan profesi masing-masing tokoh. Tapi juga kondisi kejiwaan, psikologis, dan perjalanan karakter sepanjang pementasan.

"Kalau sudah begini, distorsi saja. (Artistik) kamarnya dokter, tangganya juga. Jadi lebih ke arah sana, mencari kemungkinan artistik dari naskah lama," sambungnya.

"Yang saya lihat apa yang kita bisa garap bermula dari sini. Konsepnya nih pada akhirnya semua penanggung jawab kreatif fokus ke soal J-nya dari Rumah Sakit Jiwa. Jadi obrolin jiwa, dari situlah (perkembangan) artistik terbaru berangkat," lanjut Rangga.

Pementasan Rumah Sakit Jiwa berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Pertunjukan digelar setiap pukul 19.30 WIB, dengan tambahan pertunjukan pada Sabtu (1 Agustus) pukul 13.30 WIB dan Minggu (2 Agustus) pukul 13.30 WIB.

Tiketnya dibanderol mulai Rp 100 ribu hingga Rp 850 ribu. Merapat ya, detikers!

(tia/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO