Secercah Harapan dari Makan Mie Ayam

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Brian Khrisna penulis buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati.
Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (Foto: Tia Agnes/detikcom)
Jakarta - Premisnya sederhana: seorang pria usia 37 tahun depresi akut dan mau mengakhiri hidupnya. Ia terpikir ingin makan mie ayam lebih dahulu karena lapar.

Yup, gagasan novel 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati' karya Brian Khrisna berhasil diapresiasi generasi muda. Sepanjang tahun 2025, bukunya sudah naik cetak yang ke-94 dan segera menuju ke-100. Bukan sembarang karya sastra biasa, buku fiksi dengan isu mental health juga menyapa pembaca Jepang.

detikers yang sudah membaca novel 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati', pastinya penasaran bagaimana cerita awal tercipta buku ini?

Brian Khrisna yang aktif menerbitkan buku itu cerita kisah Ale yang jadi karakter utama bukunya terinspirasi dari karya asli. Ale itu adalah seorang temannya yang mengidap depresi akut sejak lama. Suatu hari, Ale di dunia nyata selalu update status ingin mengakhiri hidupnya, dan ia mulai menghampiri sahabatnya tersebut.

"Postingannya ke arah bunuh diri. Lama-lama saya khawatir kan. Saya datangi, ajak ngobrol. Kata psikiater kan, orang depresi itu kan gak butuh dinasehati dan dibicarakan apapun, butuh didengarkan. Saya ajak 'ayo makan mie ayam', dan cerita gimana perasannya," ungkap Brian Khrisna saat diwawancarai redaksi detikcom di Taksu Book Cafe, Sabtu (24/1/2026).

Di momen tersebut, Brian cuma mendengarkan omongan sahabatnya tanpa judgement apapun. "Kayaknya ya yang aku dengerkan apa yang dia rasain selama ini. Aku bilang, 'Jangan mati dulu-lah, mie ayam masih enak'," ucap Brian.

"Dia bilang 'Biarin mau mati abis makan mie ayam'. Ternyata omongan dia yang jadi jargon buku aku. Dari kisah temenku itu, aku kembangin lagi sampai wawancarai 3 orang pengidap depresi lainnya, satu psikiater, dan satu dosen psikolog," ungkapnya.

Brian juga cerita sahabatnya itu sempat bertanya apakah ia mau menulis kisah tentang orang depresi. Novelis Sisi Tergelap Surga itu cuma terdiam dan belum terpikirkan sama sekali.

Penulis yang berdomisili di Bandung itu ngaku lewat bukunya, ia sama sekali gak mau memicu pembaca atau pengidap depresi jadi tambah sakit. Setelah naskah jadi, ia kembali ke psikiater dan dosen psikolog serta mendengarkan saran mereka.

"Setelah mereka oke, akhirnya terbit. Alhamdulillah ada satu pasien depresi juga yang di Rumah Sakit Jiwa bilang, bukunya gak men-trigger. Karena bahaya sekali-lah kalau kayak gitu," tukasnya.

Kini, novel 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati' resmi diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang oleh Nishino Keiko dan resmi terbit di Jepang sejak 20 Januari 2025.

Melalui perjalanan kisah Ale, Brian Khrisna ingin pembaca merasa ada hal yang sama dengan karakter tersebut. Bahkan seporsi mie ayam juga bisa jadi harapan dan penyelamat.

Guys, kalau kamu punya pemikiran bunuh diri, jangan ragu untuk cari bantuan ke psikolog atau psikiater terdekat. Kamu bisa cek www.intothelightid.org/cari untuk mencari layanan kesehatan mental paling terjangkau dari lokasimu. Cek juga www.intothelightid.org/tolong buat pertolongan pertama!


(tia/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO