6 Ikon Daerah di Kalimantan Selatan, Ada Patung Bekantan 'Raksasa'

6 Ikon Daerah di Kalimantan Selatan, Ada Patung Bekantan 'Raksasa'

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Jumat, 14 Agu 2026 13:31 WIB
Tugu Patung Bekantan Banjarmasin. (Pemkot Banjarmasin)
Foto: Tugu Patung Bekantan Banjarmasin. (Pemkot Banjarmasin)
Banjarbaru -

Provinsi Kalimantan Selatan berulang tahun yang ke-78 pada tanggal 14 Agustus 2026. Provinsi ini memiliki sejumlah ikon kota dan kabupatennya yang menjadi penanda sekaligus daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Ikon-ikon tersebut tidak hanya hadir dalam bentuk bangunan atau monumen, tetapi juga merepresentasikan sejarah, budaya, hingga kekayaan alam yang menjadi identitas daerah. Ada yang berupa tugu, monumen, hingga bangunan khas yang menjadi penanda suatu wilayah dan kerap menjadi lokasi untuk berfoto.

Daftar Ikon Daerah di Kalimantan Selatan

Ikon-ikon tersebut bukan sekadar ornamen penghias kota. Di balik bentuk dan keberadaannya, tersimpan cerita serta simbol yang mencerminkan karakter daerah. Berikut daftarnya, dirangkum dari berbagai literatur:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Tugu Patung Bekantan Banjarmasin

patungpatung Foto: (Kurnia/detikTravel)

Dirangkum dari laman Kementerian Pariwisata dan media sosial Pemko Banjarmasin, Patung Bakantan adalah ikon kota Banjarmasin yang bermaskot bekantan (Nasalis larvatus). Patung ini terletak di tepi Sungai Martapura, Jalan Kapten Pierre Tendean, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kalau di Singapura ada patung Singa 'Marlion', di Indonesia ada patung Bekantan yang juga bisa mengeluarkan air mancur dari mulutnya. Patung ini berukuran besar dan menjadi daya tarik bagi wisatawan dan simbol kebanggaan masyarakat Banjarmasin.

Bekantan adalah spesies monyet endemik Kalimantan yang memiliki ciri khas hidung panjang. Keberadaan patung ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian bekantan dan habitatnya.

Diresmikan pada tahun 2015, patung bekantan berbahan perunggu ini memiliki tinggi ±6,5 meter dengan berat 7 ton. Patung bekantan tersebut memiliki bentuk yang cukup unik.

Tangan kanannya dibuat seolah sedang menggaruk kepala, sedangkan tangan kirinya memegang buah rambai yang dikenal sebagai salah satu makanan favorit bekantan. Bagian mulut patung dibuat terbuka dan mengarah ke Sungai Martapura yang berada di depannya. Dari mulut patung tersebut juga keluar air mancur sehingga menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Patung ini semakin ramai pengunjung saat sore ke malam hari. Taman dan patung jadi makin indah saat tersorot oleh warna warni lampu di sekitarnya. Hal itu pula yang menambah daya tarik wisatawan yang berkunjung.

Tak sedikit dari wisatawan yang berfoto ria di sana, ada pula yang bersantai-santai. Di sekitar lokasi juga terdapat sejumlah destinasi wisata lainnya, seperti Menara Pandang Banjarmasin, Klenteng Soetji Nurani, dan Pasar Terapung Menara Pandang.

2. Jembatan Barito Banjarmasin

Jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.Jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Foto: dok kalselprov.go.id

Jembatan Barito merupakan jembatan yang membentang di atas Sungai Barito, Kalimantan Selatan. Dikutip dari laman Pemkab Barito Kuala, jembatan ini memiliki panjang 1.082 m yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter dan pulau kecil (Pulau Bakut) selebar 200 meter.

Secara administratif, jembatan ini berada di wilayah Kabupaten Barito Kuala dan berjarak sekitar 15 kilometer dari Kota Banjarmasin dan 40 kilometer dari ibukota Banjarbaru. Bangunan jembatan terdiri atas jembatan utama sepanjang 902 meter dan jembatan pendekat sepanjang 180 meter, dengan lebar sekitar 10,37 meter.

Bagian utama jembatan memiliki ruang bebas dengan ketinggian sekitar 15 hingga 18 meter. Kondisi tersebut memungkinkan berbagai jenis transportasi air, termasuk kapal tongkang, tetap dapat melintas di bawah jembatan. Karena berada tepat di atas Pulau Bakut, Jembatan Barito juga kerap disebut sebagai Jembatan Pulau Bakut.

Jembatan yang menjadi salah satu ikon Kalimantan Selatan ini pertama kali diresmikan pada 24 April 1997 oleh Presiden Soeharto. Jembatan Barito juga pernah tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia.

3. Menara Pandang Banjarmasin

Suasana tepian Sungai Martapura yang sepi menjelang malam di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (18/4/2020). Sejak merebaknya wabah COVID-19 hingga sekarang tidak ada lagi kunjungan wisatawan ke objek wisata yang menjadi salah satu landmark di Kalimantan Selatan itu. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.Suasana tepian Sungai Martapura, Menara Pandang di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S

Dirangkum dari laman Pemkot Banjarmasin, Menara Pandang Banjarmasin terletak di Jl Kapten Piere Tendean No.07, Gadang, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Menara ini diresmikan pada 24 Juni 2014 oleh Wali Kota Banjarmasin saat itu, H Muhidin. Menara ini dibangun sebagai bagian dari proyek pengembangan kawasan wisata Siring Sungai Martapura untuk memperkuat identitas Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai.

Menara Pandang Banjarmasin adalah salah satu ikon wisata yang paling populer di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Menara ini menawarkan pemandangan kota yang indah dari ketinggian, serta menjadi tempat wisata gratis yang menarik untuk bersantai dan berfoto.

Dari puncak Menara Pandang, pengunjung dapat melihat pemandangan kota Banjarmasin yang indah, termasuk Sungai Martapura, Jembatan Antasari, dan bangunan-bangunan bersejarah lainnya. Pemandangan ini lebih indah saat malam hari, ketika lampu-lampu kota mulai menyala.

Ikon wisata yang menjadi salah satu Pesona Kota banjarmasin ini sering di penuhi warga setiap harinya, terutama saat hari Minggu dari pagi sampai sore bahkan malam. Menara pandang ini berlantai empat, di bagian atas atau lantai tiga menara ini adalah area terbuka. Jadi, para pengunjung bisa naik ke atas dan menikmati pemandangan yang indah Kota Banjarmasin dari atas sana, apalagi jika cuaca nya sedang cerah.

4. Tugu Bundaran Simpang Empat Banjarbaru

Tugu Bundaran Simpang Empat Banjarbaru. (Laman Pemkot Banjarbaru)Tugu Bundaran Simpang Empat Banjarbaru. (Laman Pemkot Banjarbaru)

Bundaran Simpang Empat Banjarbaru merupakan salah satu monumen yang menjadi ikon Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Berada di kawasan pusat kota Banjarbaru yakni Loktabat Selatan, Banjarbaru Selatan, bundaran ini dilengkapi sebuah tugu yang berfungsi sebagai penanda persimpangan penting sekaligus menghubungkan sejumlah jalur utama di Banjarbaru.

Bundaran ini berada di titik persimpangan yang mengarah dari Banjarbaru menuju Martapura, Jalan Sungai Ulin, serta Jalan Mistar Cokrokusumo. Lokasinya juga berada tidak jauh dari Kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM), sehingga menjadi salah satu kawasan yang cukup strategis di kota tersebut.

Tugu yang berdiri di tengah bundaran memiliki desain yang sarat makna. Salah satu bentuk yang ditampilkan adalah intan, yang menggambarkan kekayaan sumber daya alam berupa batu mulia yang sejak dahulu menjadi bagian dari identitas Banjarbaru.

5. Tugu Intan Martapura Banjar

Tugu Intan Martapura Banjar. (Laman Pemkab Banjar)Tugu Intan Martapura Banjar. (Laman Pemkab Banjar)

Tugu Selamat Datang di Kota Martapura merupakan salah satu simbol yang menjadi penanda Kota Martapura. Tugu ini menjadi ikon yang menyambut pendatang selepas perjalanan dari kota Banjarbaru.

Di bagian tengah tugu terdapat ornamen berbentuk intan yang menggambarkan identitas Martapura sebagai salah satu sentra intan terbesar di Indonesia. Keberadaan intan Martapura bahkan telah dikenal hingga mancanegara.

Seperti diketahui, Martapura adalah sebuah kecamatan yang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian dari Kabupaten Banjar. Ibu kota wilayah Banjar ini dulu disebut juga Metapoora, merupakan ibu kota Kesultanan Banjar. Sejak dulu hingga kini, Martapura dikenal sebagai penghasil beragam batu permata.

6. Jembatan Rumpiang Marabahan Barito Kuala

Jembatan Rumpiang Marabahan Barito Kuala. (Pemkab Barito Kuala)Jembatan Rumpiang Marabahan Barito Kuala. (Pemkab Barito Kuala)

Jembatan Rumpiang terletak di Jl. Bahaudin Musa, Bagus, Kec. Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Jembatan ini menjadi destinasi wisata populer di Barito Kuala, membentang di atas Sungai Barito dan menjadi jalur penghubung vital antara Kecamatan Cerbon dan Kecamatan Marabahan.

Selain Jembatan Barito, Kalimantan Selatan juga memiliki Jembatan Rumpiang yang menjadi salah satu bangunan ikonik di wilayah Marabahan. Jembatan ini memiliki bentuk yang megah dan membentang di atas Sungai Barito, sekaligus menjadi bagian penting dari konektivitas antardaerah.

Jembatan Rumpiang menghubungkan Kecamatan Cerbon dan Marabahan di Kabupaten Barito Kuala. Keberadaannya juga mempermudah akses perjalanan dari Kota Marabahan menuju Banjarmasin maupun sebaliknya. Sebelum jembatan ini tersedia, masyarakat harus menggunakan kapal feri untuk menyeberangi Sungai Barito.

Jembatan Rumpiang memiliki panjang keseluruhan sekitar 753 meter, dengan bentang utama sepanjang 200 meter. Bagian utama jembatan menggunakan konstruksi pelengkung rangka baja yang menjadi salah satu ciri khas bangunan tersebut. Jembatan ini juga kerap dilalui kapal tongkang yang melintas di Sungai Barito.

Jembatan Rumpiang diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 25 April 2008. Sejak saat itu, jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga berkembang menjadi salah satu landmark Kota Marabahan dan kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.

Nah, itulah tadi 6 ikon yang ada di kota dan kabupaten di Kalimantan Selatan. Sudah pernah mengunjunginya?

Halaman 2 dari 2
(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads