Bukit Kelam, Batu Utuh Tertinggi Dunia yang Ada di Sintang

Bukit Kelam, Batu Utuh Tertinggi Dunia yang Ada di Sintang

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Senin, 20 Apr 2026 23:00 WIB
bukit
Bukit Kelam di Sintang/Foto: (Lina Muhikam/d'Traveler)
Sintang -

Di tengah hamparan hutan tropis Kalimantan Barat, berdiri batu raksasa bernama Bukit Kelam. Bukit ini berada di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang. Lokasinya sekitar 20-23 kilometer dari pusat Kota Sintang atau sekitar 395 kilometer dari Pontianak.

Dari kejauhan, Bukit Kelam tampak seperti batu hitam raksasa di tengah hamparan hutan hijau dan persawahan. Bentangnya memanjang dari barat ke timur sepanjang sekitar 2-3 kilometer.

Walaupun dinamakan bukit, Bukit Kelam sebenarnya bukan gunung biasa. Bukit ini merupakan batu monolit, yaitu bongkahan batu tunggal raksasa yang muncul ke permukaan bumi. Bukit Kelam bukan terbentuk dari tumpukan tanah atau bebatuan kecil, melainkan satu kesatuan batu utuh yang sangat besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah Satu Monolit Terbesar di Dunia

Bukit Kelam memiliki ketinggian sekitar 1.002 meter di atas permukaan laut dengan luas kawasan mencapai kurang lebih 520 hektare. Dari kejauhan, bukit di Kabupaten Sintang ini terlihat seperti dinding batu raksasa yang menjulang di tengah hamparan hutan tropis Kalimantan Barat.

Selama ini, monolit paling terkenal di dunia adalah Uluru atau Ayers Rock di Australia. Namun sebenarnya, predikat terbesar bisa berbeda tergantung cara pengukurannya.

Menurut Guinness Books of Records, Uluru adalah monolit terbesar karena memiliki volume batuan tunggal yang sangat besar, panjang sekitar 3,6 kilometer, dan keliling pangkalan mencapai 9,4 kilometer.

Tetapi jika dilihat dari ketinggiannya, Bukit Kelam jauh lebih unggul. Bukit Kelam memiliki tinggi sekitar 1.002 mdpl dan menjulang sekitar 950 meter dari permukaan tanah di sekitarnya. Sebagai perbandingan, Uluru memiliki ketinggian sekitar 863 mdpl, tetapi hanya naik sekitar 348 meter dari dataran di sekelilingnya.

Karena itulah, beberapa sumber menyatakan Bukit Kelam sebagai monolit tertinggi di dunia, sekaligus masuk dalam jajaran the world biggest monolith bersama dengan Uluru di Australia, Zuma Rock di Nigeria, Sugarloaf Mountain di Brazil, dan monolit lainnya yang tersebar di seluruh dunia.

Terbentuk Jutaan Tahun Lalu dan Diapit Dua Sungai

Secara geologis, Bukit Kelam diperkirakan terbentuk puluhan juta tahun lalu. Bukit ini berasal dari intrusi batuan beku atau magma yang membeku di bawah permukaan bumi, seperti yang dikutip dari penjelasan di laman Universitas Ciputra.

Seiring berjalannya waktu, lapisan tanah dan batuan yang menutupi bagian atasnya terkikis oleh erosi selama jutaan tahun. Akibatnya, bongkahan batu raksasa itu muncul ke permukaan dan membentuk Bukit Kelam yang terlihat sekarang.

Batuan utama penyusun Bukit Kelam adalah granit dan andesit. Karena itulah permukaannya berwarna gelap dan keras. Salah satu hal yang membuat Bukit Kelam berbeda dari monolit lain di dunia adalah lokasinya. Jika Uluru berada di tengah gurun Australia, Bukit Kelam justru berada di tengah hutan hujan tropis Kalimantan.

Bukit ini berada di antara dua sungai besar, Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. Karena besar dan tingginya, Bukit Kelam bahkan bisa terlihat dari berbagai penjuru Sintang, termasuk dari jalur Sungai Kapuas.

picture by dedharya immanuellaBukit Kelam di Sintang/ Foto: detik

Rumah bagi Kantong Semar Langka

Bukit Kelam juga menjadi habitat bagi flora langka dan endemik. Kawasan ini memiliki satu kantong semar yang dilindungi.

Setidaknya terdapat 14 spesies kantong semar yang tumbuh di lereng, celah batu, sampai di tebing granit vertikal. Beberapa jenis tersebut antara lain:

  • Nepenthes clipeata
  • Nepenthes ampullaria
  • Nepenthes rafflesiana
  • Nepenthes gracilis
  • Nepenthes reinwardtiana
  • Nepenthes bicalcarata
  • Nepenthes albomarginata

Yang paling spesial di sini adalah Nepenthes clipeata, spesies endemik yang hanya tumbuh di tebing-tebing curam Bukit Kelam. Karena habitatnya yang ekstrem, kantong semar ini jadi salah satu jenis kantong semar paling terancam punah di dunia.

Legenda Bujang Beji

Masyarakat Sintang juga amemiliki cerita rakyat tersendiri tentang asal-usul Bukit Kelam. Menurut legenda, dahulu ada seorang sakti bernama Bujang Beji yang iri melihat banyaknya hasil tangkapan ikan di Sungai Kapuas dan Sungai Melawi.

Ia berniat membendung sungai menggunakan batu raksasa agar hanya dirinya yang bisa menangkap ikan. Batu besar itu dipikul dari daerah Nanga Mahap atau Nanga Silat.

Tetapi sayang di tengah perjalanan, Bujang Beji terjatuh setelah terkena godaan atau tertusuk duri. Batu raksasa yang dipikulnya pun jatuh dan menjadi Bukit Kelam. Nama 'kelam' sering dihubungkan dengan arti gelap atau jatuh, sesuai dengan warnanya yang gelap.

Halaman 3 dari 3


Simak Video "Menyaksikan Proses Pembuatan Tato Bunga Terung di Kalimantan Barat"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads