Tugu Nol Kilometer menjadi salah satu penanda penting yang menunjukkan titik pusat sebuah kota. Di Banjarbaru, keberadaan monumen ini tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk, tetapi juga telah berkembang menjadi ikon yang mencerminkan identitas kota.
Tugu Nol Kilometer Banjarbaru terletak di Jalan A Yani - Jalan Lanan, Loktabat Utara, Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Tugu ini memiliki nilai simbolis, merepresentasikan awal perhitungan jarak ke berbagai wilayah lainnya.
Tugu ini sering dijadikan latar berfoto serta titik berkumpul warga. Bentuknya yang khas membuatnya mudah diingat dan menjadi bagian dari lanskap kota yang akrab bagi masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peresmian Tugu Nol Kilometer Banjarbaru
Tugu Nol Kilometer, Monumen dan Ikon Kota Banjarbaru. (MMC Kota Banjarbaru) |
Tugu Titik Nol Kilometer Kota Banjarbaru diresmikan pada akhir tahun 2023. Sebelum dijadikan monumen, area ini hanya dimanfaatkan sebagai terminal mini antarkota dan lahan parkir.
Wali Kota Banjarbaru saat itu, H.M Aditya Mufti Arifin, meresmikan titik pusat geografis di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan tersebut. Tugu ini punya ciri khas arsitektur modern dengan bangunan 20 instalasi lorong waktu, yang menyala terang di malam hari.
Tugu Titik Nol Kilometer Banjarbaru dibangun oleh Pemerintah Kota Banjarbaru, tujuannya memperkuat jati diri ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan. Tugu ini menjadi bentuk penghargaan kepada para pendiri Kota Banjarbaru yang telah berjasa dalam membangun kota.
Tugu berdiri di atas tanah seluas 327 meter persegi, dengan ornamen menggambarkan perjalanan Kota Banjarbaru. Salah satunya terdapat bentuk daun bangkal, tanaman khas yang menjadi ciri identitas Banjarbaru, serta dikenal bermanfaat untuk obat.
Terdapat pula elemen menyerupai lorong waktu yang melambangkan perjalanan panjang kota dari masa lalu menuju masa depan. Konsep tersebut menggambarkan Banjarbaru sebagai kota yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar sejarah dan budayanya.
Monumen ini dirancang sebagai ruang publik terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Sejak diresmikan, Tugu Titik Nol Kilometer Banjarbaru menjadi salah satu lokasi yang cukup diminati warga untuk berkunjung, berfoto, maupun sekadar bersantai.
Fasilitas Tugu Nol Kilometer Banjarbaru
Terdapat banyak spot bersantai dan spot foto di tugu ini. Selain ciri khas daun bangkal, pintu lorong waktu menggambarkan sejarah perjalanan Banjarbaru, yang dulu dikenal sebagai daerah Gunung Apam.
Tugu Titik Nol Kilometer memiliki ornamen yang menggambarkan Sejarah Banjarbaru yang mana diharapkan menjadi pengingat untuk generasi muda di Kota Banjarbaru. Sebab, Banjarbaru tidak hanya sebagai tempat tinggal namun sejarah perjalanannya perlu diketahui.
Terdapat plakat bertuliskan "Wabul Sawi", yang merupakan akronim dari Wani Baidabul Sanggup Menggawi dalam bahasa Banjar, artinya "berani bicara sanggup mengerjakan".
Selain itu ada tulisan "Selamat Datang di Banjarbaru", yang juga bisa buat wisatawan mengabadikan momen. Terdapat lima pilar yang keempat sisinya memuat informasi sejarah berdirinya Kota Banjarbaru.
Di sini, pengunjung bisa memahami sejarah awal kelahiran kota Banjarbaru pada 20 April 1999, lalu memiliki 20 kelurahan di kota Banjarbaru. Tugu Titik Nol Kilometer Kota Banjarbaru diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan dan pengunjung yang ingin merasakan momen bersejarah.
Saat ini, area monumen masih terdapat terminal mini, area UMKM yang menjajakan makanan minuman, dan sedikit area lahan parkir. Hanya saja kini wajahnya lebih rapi dan cantik untuk dikunjungi wisatawan.
(aau/aau)

