Anggota Komisi VII DPR RI, Alifudin menyoroti potensi wisata di Kalimantan Barat (Kalbar). Diketahui Kalimantan Barat mulai menata sektor pariwisata mereka untuk menyambut datangnya wisatawan di 2026.
Anggota dewan dari PKS tersebut menilai Kalbar punya potensi besar di bidang pariwisata dan terus berkembang pesat.
"Pertumbuhannya sangat pesat, terutama di sektor kuliner. Makanan tradisional Kalimantan Barat merupakan salah satu yang terbaik dan paling diminati wisatawan," ungkap Alifudin dikutip dari detikTravel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alifudin meyakini, apabila pengelolaan wisata dilakukan dengan tepat, baik wisata bahari, pegunungan, maupun wisata budaya, maka Kalbar akan memiliki daya saing kuat dalam menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Di lain sisi, Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalbar Fahroolyadi mengungkapkan kendala para pemandu wisata dalam melayani wisatawan masih ada pada sisi regulasi.
Belum diterbitkannya peraturan daerah maupun peraturan gubernur tentang pramuwisata dianggap menjadi salah satu faktor yang menghambat layanan mereka.
"Ini berdampak langsung terhadap pendapatan para pemandu wisata. Tanpa payung hukum yang jelas, kami kesulitan menindak masyarakat luar daerah atau luar negeri yang melanggar aturan pramuwisata," katanya.
Pengawasan terhadap pemandu wisata lokal yang berlisensi dan bersertifikat juga belum berjalan dengan optimal. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan miskomunikasi dengan wisatawan serta ketidaktepatan dalam penyampaian informasi pariwisata Kalbar.
"Kami berharap ke depan Dinas Pariwisata Provinsi Kalbar dapat memberikan perhatian khusus terhadap pemandu wisata di Kalbar, agar profesi ini memiliki perlindungan hukum dan pengawasan yang lebih kuat," imbuh dia.
(aau/aau)
